Kisah Sederhana nan Mengharukan! Ibu Tangguh di Jember Ini Kerja Jadi Buruh Tebu demi Topang Suami yang Stroke

Maulana RJ • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:00 WIB
TAK MENYERAH: Misnipah dan suaminya, Nitam, menyeka air matanya karena tak kuasa menahan haru setelah keluarganya mendapat sentuhan hangat dari pemerintah daerah dengan bantuan kesehatan dan hunian hingga kebutuhan sehari-hari. (MAULANA/RADAR JEMBER)
TAK MENYERAH: Misnipah dan suaminya, Nitam, menyeka air matanya karena tak kuasa menahan haru setelah keluarganya mendapat sentuhan hangat dari pemerintah daerah dengan bantuan kesehatan dan hunian hingga kebutuhan sehari-hari. (MAULANA/RADAR JEMBER)

Radar Jember - Riuh angin sore itu di pinggir jalan Desa Yosorati, Kecamatan Sumberbaru, tak mampu menyamarkan bunyi derit kayu dan bambu yang menjadi dinding rumah sederhana pasangan Nitam, 70, dan Misnipah, 56.

Di balik bangunan minimalis tersebut, tersimpan sebuah kisah tentang kesetiaan, kerja keras, dan asa yang tak pernah padam.

​Sudah lima tahun belakangan, langkah Nitam terhenti. Serangan stroke yang dialaminya membuat kakek 70 tahun itu tak lagi mampu melangkahkan kaki, apalagi memeras keringat mencari nafkah.

Baca Juga: Bansos Makin Tepat Sasaran! Kemendagri Dorong Jember Jadi Pelopor Digitalisasi Bantuan Lewat IKD

Di masa tuanya, tubuh renta Nitam lebih banyak menghabiskan waktu di dalam rumah.

​Namun, roda kehidupan keluarga ini tidak lantas berhenti berputar. Di saat sang suami tak bertulang punggung lagi, Misnipah berdiri tegak mengambil alih peran tersebut.

Tanpa mengeluh, ibu 56 tahun itu melangkah saban pagi menuju ladang untuk bekerja sebagai buruh penebang tebu.

Pekerjaan fisik yang tergolong berat bagi seorang perempuan paruh baya itu dilakoninya demi menyambung hidup keluarga.

Baca Juga: Sewa Tembus 70 Juta! Pemuda Jember Ini Buktikan Bisnis Sound Horeg Bisa Sukses dan Rambah Luar Pulau

​"Ya kurang sebenarnya, cuma satu orang yang kerja, tapi yang makan banyak," aku Misnipah, menceritakan perjuangannya menopang kebutuhan harian.

​Di rumah itu, Misnipah tak hanya merawat Nitam. Ia juga mendampingi anak keduanya yang merupakan penyandang disabilitas (anak berkebutuhan khusus).

Walau memiliki empat orang anak, tiga di antaranya telah berkeluarga dan hidup mandiri, meski sesekali tetap datang berkunjung menengok kondisi orang tua mereka.

​Keheningan dan kesunyian perjuangan keluarga kecil ini mendapat secercah kehangatan pada Rabu (5/8).

Kediaman mereka mendadak riuh oleh kehadiran rombongan Pemkab Jember. Orang nomor satu di Jember, Bupati Muhammad Fawait, datang langsung menyapa dan meninjau kondisi Nitam.

​Kunjungan tersebut merupakan bagian dari peninjauan langsung pelaksanaan program Homecare Pemkab Jember.

Melalui program ini, Nitam ditetapkan sebagai salah satu pasien yang akan mendapatkan penanganan medis secara berkala.

Baca Juga: Buntut Keluhan Warga! Karnaval HUT RI di Sumbersari Jember Batasi Sound Horeg dan Larang Atribut Silat

Tim medis dari Puskesmas Sumberbaru akan rutin datang memeriksa kondisi kesehatan Nitam serta menyuplai kebutuhan obat-obatan yang diperlukan.

​Tak hanya layanan kesehatan, senyum lega mekar dari wajah Misnipah saat rombongan menyerahkan bantuan paket sembako serta beberapa perabotan rumah tangga.

Bahkan, kediaman mereka yang mulai dimakan usia juga masuk dalam daftar perhatian Pemkab Jember untuk mendapatkan perbaikan.

​Bagi Misnipah, perhatian ini bukan sekadar bantuan materi, tapi bentuk pengakuan atas perjuangannya selama ini. Beban berat yang bertengger di pundaknya seolah terangkat sebagian.

Baca Juga: Karnaval Jangan Sampai Mengganggu! Polres Jember Tegaskan Batasan Waktu dan Aturan Matikan Pelantang Suara

Tidak ada kata yang terucap selain terimakasih yang berulang diucapkan ibu empat anak tersebut, hingga bupati beranjak dari kediamannya. ​

"Terima kasih sudah didatangi Bapak Bupati, ngasih bantuan, untuk bapak juga," tambah Misnipah, singkat penuh haru. (mau/nur)

Top of Form

Bottom of Form

 

Editor : Imron Hidayatullahh
homecare ibu tangguh Jember layanan kesehatan