Radar Jember – Cuaca ekstrem melanda wilayah perairan pantai selatan Jember.
Gelombang tinggi dilaporkan terjadi di sejumlah titik, mulai dari Pantai Payangan dan Pantai Watu Ulo, di Dusun Watu Ulo, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu.
Juga Pantai Papuma, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Pancer dan Pantai Cemara di Kecamatan Puger, hingga Pantai Paseban di Kecamatan Kencong.
Baca Juga: Gus Rivqy Dorong PKPB Jember Lahirkan Kader PKB Militan dan Loyal sebagai Penggerak Partai
Selain gelombang tinggi, fenomena kabut yang cukup tebal juga menyelimuti kawasan tersebut.
Kabut tebal ini secara khusus menutupi area plawangan—jalur keluar-masuk perahu jukung nelayan di Payangan, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu.
Sejak gelombang tinggi mulai menerjang pada Jumat (7/8) pagi, puluhan nelayan memilih untuk mengandangkan perahu mereka di muara Sungai Bedadung.
Salah satunya adalah Satiman, 55, warga Payangan, Dusun Watu Ulo, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu.
Baca Juga: Bansos Makin Tepat Sasaran! Kemendagri Dorong Jember Jadi Pelopor Digitalisasi Bantuan Lewat IKD
Mengetahui adanya ombak besar dan kabut tebal yang menutupi plawangan, Satiman langsung menyandarkan perahunya di muara sungai.
Menurutnya, kombinasi cuaca ekstrem tersebut membuat jalur perahu sama sekali tidak bisa dilalui.
"Karena kondisi ombak besar dan plawangan tertutup kabut tebal, tidak ada nelayan yang bisa lewat," kata Satiman.
Ia menambahkan, perahu jukung yang sudah ditarik ke darat maupun yang bersandar di muara sungai kini tidak memungkinkan untuk melaut.
Karena tingginya gelombang, perahu yang sebelumnya bersandar di sekitar dermaga plawangan pun harus dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.
Mayoritas nelayan memilih untuk tidak melaut demi menghindari risiko keselamatan. Kendati demikian, beberapa nelayan yang memarkir perahunya di Pantai Papuma dilaporkan masih ada yang nekat melaut.
"Ada nelayan yang masih nekat, meskipun ombak besar," pungkas Satiman. (jum/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh