Radar Jember - Selama tiga hari ke depan, Jember akan jadi pusat perhatian pecinta marching band.
International Jember Marching Carnival (IJMC) 2026 resmi dimulai hari ini, Jumat (7/8).
Sebanyak 41 kontingen dari berbagai daerah di Indonesia hingga Thailand siap meramaikan.
Kompetisi ini diawali di GOR PKPSO pada Jumat (7/8), dilanjutkan parade spektakuler dari GOR PKPSO menuju Jember Central Park pada Sabtu (8/8).
Lalu ditutup dengan babak kompetisi terakhir pada Minggu (9/8). Tahun ini jumlah peserta kembali bertambah dibanding penyelenggaraan sebelumnya.
Kontingen yang tampil berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai SD, SMP, SMA, perguruan tinggi hingga akademi, serta datang dari Jember, Malang, Banyuwangi, Bondowoso, Blitar, Kediri, Pasuruan, Tegal, Yogyakarta, hingga Thailand.
Ketua KORMI Jember Tri Basuki mengatakan, bertambahnya jumlah peserta menjadi bukti bahwa IJMC semakin dipercaya sebagai ajang marching band berskala nasional dan internasional.
Kehadiran Brass Projection dari Thailand di kategori Open Class juga menjadi penanda semakin luasnya jangkauan event tersebut.
"IJMC bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan wadah silaturahmi, pertukaran budaya, dan peningkatan kualitas marching band. Kehadiran peserta dari Thailand menjadi bukti bahwa IJMC kian diakui di tingkat internasional," katanya.
Empat kategori dipertandingkan dalam IJMC 2026, yakni Junior Class, Senior Class, Open Class, dan Military Class.
Menurut Tri, kekuatan IJMC tidak hanya terletak pada kualitas kompetisi, tetapi juga kemampuannya memadukan olahraga, seni pertunjukan, dan pariwisata dalam satu perhelatan.
"Jumlah peserta tahun ini bertambah dengan keikutsertaan marching band dari berbagai jenjang pendidikan. Event ini memiliki daya tarik kuat sebagai sport tourism yang mampu menggerakkan sektor UMKM, perhotelan, dan pariwisata di Jember," katanya.
Selama pelaksanaan, ribuan peserta, ofisial, keluarga, hingga penonton diperkirakan memadati Jember.
Kehadiran mereka diyakini akan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, mulai sektor perhotelan, kuliner, transportasi, UMKM, hingga destinasi wisata yang menjadi tujuan para tamu selama berada di Jember.
Terpisah, Bupati Jember Muhammad Fawait menilai IJMC layak menjadi salah satu ikon daerah.
Sebab event ini mampu memadukan olahraga, seni, budaya, dan pariwisata dalam satu kemasan.
Dengan sekitar 10 ribu peserta beserta pendamping yang diperkirakan hadir, ia optimistis ajang tersebut akan memberi dampak ekonomi yang signifikan.
"Kehadiran sekitar 10 ribu peserta dan pendamping tentu akan memberikan multiplier effect bagi perekonomian daerah, mulai meningkatnya omzet UMKM, tingkat hunian hotel, hingga kunjungan wisatawan ke Kabupaten Jember. Karena itu IJMC akan terus kami dorong menjadi agenda tahunan dan ikon sport tourism Jember," ujarnya. (kin/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh