Radar Jember – Pasokan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Jember kini telah kembali normal.
Namun, antrean kendaraan di sejumlah SPBU masih terlihat mengular, terutama pada dispenser BBM jenis Pertalite.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember di sejumlah SPBU menunjukkan antrean tidak lagi disebabkan keterlambatan distribusi BBM seperti yang sempat terjadi beberapa waktu lalu.
Antrean kini didominasi kendaraan yang beralih dari BBM nonsubsidi jenis Pertamax ke Pertalite setelah terjadi kenaikan harga Pertamax.
Kondisi tersebut tampak di SPBU Sabtuan, Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates.
Pengendara roda dua maupun roda empat tampak mengantre di dispenser Pertalite, sedangkan antrean di dispenser Pertamax relatif lebih lengang.
Wawan, 39, warga Jalan Kalimantan, Kecamatan Sumbersari, mengaku kini beralih menggunakan Pertalite untuk mobil pribadinya.
"Biasanya saya mengisi Pertamax. Tetapi sejak harganya naik, saya memilih beralih ke Pertalite," ujarnya.
Baca Juga: Ngeri Fatalnya! Polres Jember Ingatkan Orang Tua Jangan Kasih Motor Ke Anak yang Belum Cukup Umur
Hal serupa disampaikan Andreas, 30, warga Jalan Teuku Umar. Ia mengatakan, sepeda motor yang sebelumnya rutin menggunakan Pertamax kini juga diisi Pertalite.
"Dulu saya selalu mengisi Pertamax. Sekarang beralih ke Pertalite karena selisih harganya cukup jauh," katanya.
Menurut Andreas, peralihan konsumen dari Pertamax ke Pertalite menjadi salah satu penyebab antrean di SPBU masih panjang, meski pasokan BBM telah kembali lancar.
Pantauan di lapangan juga menunjukkan banyak pengendara rela mengantre lebih lama demi mendapatkan Pertalite yang dijual seharga sekitar Rp 10.000 per liter di SPBU.
Sementara itu, di tingkat pengecer, Pertalite dijual Rp12.000 per liter. Adapun Pertamax eceran dijual sekitar Rp 18.000 per liter. (jum/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh