Radar Jember – Gerak Jalan Tanggul–Jember Tradisional (Tajemtra) 2026 kembali menjadi momentum untuk memperkuat sport tourism di Kabupaten Jember.
Tingginya antusiasme masyarakat mengikuti ajang tahunan tersebut diperkirakan memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan perekonomian daerah.
Sejak pendaftaran dibuka pada 1 Agustus 2026, jumlah peserta yang mendaftar telah mencapai sekitar 4.246 orang hingga Kamis (6/8) siang.
Baca Juga: Bikin Terperanjat! Ombudsman RI Puji Puskesmas di Jember Tak Kalah Keren dari Klinik Swasta Jakarta
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Jember Bobby Arie Sandy mengatakan, Tajemtra tidak hanya menjadi ajang olahraga tradisional, tetapi juga menjadi salah satu agenda yang mampu menarik kunjungan masyarakat dari berbagai daerah ke Jember.
"Bahkan, beberapa kali edisi Tajemtra juga diminati para runner,” terangnya.
Menurutnya, para runner ini tertarik karena jarak Tanggul-Jember ini sejauh 30 kilometer.
Jarak tersebut bisa dikatakan semi maraton, karena jarak lari full maraton itu mencapai 42 kilometer.
Menurut Bobby, kehadiran ribuan peserta beserta pendamping diproyeksikan menggerakkan berbagai sektor ekonomi, mulai dari perhotelan, kuliner, transportasi, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kondisi tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi Jember sebagai destinasi sport tourism di Jawa Timur.
"Tajemtra bukan sekadar gerak jalan. Kegiatan ini menjadi sarana promosi daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata. Semakin banyak peserta yang datang, semakin besar pula dampak ekonomi yang dirasakan," katanya.
Karena itu, Disporabudpar mengajak masyarakat dari dalam maupun luar Jember untuk memanfaatkan kesempatan mengikuti Tajemtra 2026.
“Peserta juga turut berkontribusi melestarikan tradisi olahraga yang telah menjadi salah satu ikon Kabupaten Jember,” terangnya. (kin/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh