Bikin Bule Teriak "Amazing"! 15 Pegon Jember Sukses Antar Delegasi Internasional JKCI 2026 di Watu Ulo

Maulana RJ • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 10:30 WIB
IKONIK: Parade Pegon yang dihadirkan saat perhelatan JKCI 2026 di Pantai Watu Ulo, (1/8). Saat itu, belasan Pegon ini bukan saja dipertontonkan, tapi juga ditunggangi oleh sejumlah tamu VIP/kehormatan dari berbagai negara, delegasi JKCI 2026. (DISKOMINFO)
IKONIK: Parade Pegon yang dihadirkan saat perhelatan JKCI 2026 di Pantai Watu Ulo, (1/8). Saat itu, belasan Pegon ini bukan saja dipertontonkan, tapi juga ditunggangi oleh sejumlah tamu VIP/kehormatan dari berbagai negara, delegasi JKCI 2026. (DISKOMINFO)

Radar Jember - Suara derit kayu kriet-kriet yang bergesekan pelan memenuhi seisi jalanan arah kawasan Pantai Watu Ulo, Ambulu Jember, Sabtu (1/8) siang.

Dari kejauhan, roda-roda kayu berukuran besar itu tampak berputar perlahan di atas tanah, ditarik sepasang sapi bertubuh kekar dan tegap yang melangkah pelan.

Masyarakat menyebutnya sebagai pegon. Gerobak kayu tradisional yang selama puluhan tahun eksis menjadi bagian dari urat nadi pertanian masyarakat di pelosok desa Jember.

jBaca Juga: Siap Buka-bukaan Izin Galian C, Gus Fawait Ajak Anggota DPRD Cek Aktivitas Tambang di Jember

Bagi petani Jember, pegon dan sapi pembajak bukan sekadar tumpangan atau alat kerja di sawah. Keduanya adalah kawan setia yang menyimbolkan hubungan erat antara manusia, ternak, dan tanah kelahiran.

Namun, siang itu, pegon melepas sejenak pakaian kerjanya sebagai pengangkut hasil panen.

Berhias ornamen tradisional yang warna-warni, 15 unit pegon tampil gagah mengangkut tamu-tamu kehormatan (VIP) dari berbagai negara menuju lokasi acara, saat agenda pembukaan Jember Kota Cerutu Indonesia (JKCI) 2026, di Watu Ulo.

 Pemandangan itu menciptakan kontras yang begitu memikat. Para delegasi internasional yang terbiasa dengan kemewahan mobil sedan perwakilan negara, kini duduk santai di atas gerobak kayu Pegon.

Tak ada derum mesin, hanya langkah derap sapi-sapi pembajak sawah yang menghadirkan nostalgia dan ketenangan pedesaan yang mungkin tidak ditemukan oleh para tamu kehormatan dari berbagai negara itu.

Baca Juga: Cair Usai Pengesahan PAPBD, Pemkab Jember Siapkan Insentif Bagi 20 Ribu Guru Ngaji dan Ketua Kelompok Pengajian

"It's amazing (ini luar biasa, Red)," sahut salah seorang bule bertubuh kekar, kala menaiki pegon saat itu.

Genggaman telepon seluler dan kamera para tamu tak berhenti mengabadikan momen. Tawa kagum dan decak heran terpancar dari wajah-wajah turis asing yang tampak begitu menikmati ayunan perlahan  pegon.

Tak ketinggalan, masyarakat yang juga menikmati parade pegon turut mengabadikan momen kendaraan bertenaga sapi itu ditunggangi seorang bule.

"Lucu dan seru, biasanya dinaiki masyarakat lokal itu terlihat biasa, tapi kalau dinaiki turis itu terlihat unik, jarang ada," kata Fitri Anggitasari, salah satu pengunjung asal Jenggawah.

Parade Pegon sendiri sebenarnya rutin diagendakan setiap tahun. Namun kala JKCI itu, Pegon secara spesial disuguhkan untuk mengangkut para tamu VIP dari sejumlah negara.

Kabid Kebudayaan Disporabudpar Kabupaten Jember, Agung Nugroho, menyatakan bahwa bagi Pemkab Jember, menghadirkan alat pembajak sawah dan pengangkut hasil bumi ini di panggung internasional adalah langkah berani.

Hasilnya, penyambutan tak biasa ini sukses menyihir mereka dengan kehangatan budaya autentik yang sulit dicari di tempat lain.

"Pegon bukan sekadar alat transportasi tradisional, tapi bagian dari identitas budaya masyarakat Jember yang harus terus dilestarikan," tambah Agung, dalam keterangan resminya, (2/8). (mau/dwi)

Editor : Imron Hidayatullahh
Jember pegon Pantai Watu Ulo JKCI Jember Kota Cerutu Indonesia