Radar Jember - berangkat kerja dan sekolah menjadi periode paling rawan terjadinya kecelakaan lalu lintas di Jember.
Data Satlantas Polres Jember menunjukkan, mayoritas kecelakaan terjadi pada pukul 06.00–09.00, sementara jenis tabrakan yang paling sering terjadi adalah adu banteng.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Jember Ipda Tommy Nur Alamsyah mengatakan, sejak Januari hingga 19 Agustus 2025 tercatat 779 kasus kecelakaan lalu lintas.
Baca Juga: Pernah Bertanya dari Mana Huruf Berasal? Museum Huruf Jember Menyimpan Jawabannya
Angka tersebut menurun dibanding periode yang sama tahun 2024 yang mencapai 849 kasus.
"Memang ada tren positif, tetapi jangan sampai membuat kita lengah," ujarnya.
Dari ratusan kasus tersebut, 204 kecelakaan terjadi pada pukul 06.00–09.00.
Menurut Tommy, jam tersebut merupakan waktu masyarakat berangkat bekerja, mengantar anak sekolah, maupun memulai aktivitas sehingga volume kendaraan meningkat tajam.
Di saat bersamaan, banyak pengendara memilih memacu kendaraan lebih cepat agar segera tiba di tujuan.
Baca Juga: Info Laka Lantas Jember: Oleng! Kawasaki Ninja Tabrak Truk Box, Korban Meninggal di Lokasi
Kondisi itu membuat konsentrasi berkendara menurun dan meningkatkan risiko kecelakaan.
"Pada jam-jam sibuk, pengendara sering terburu-buru. Ketika lengah sedikit saja, kecelakaan bisa terjadi," katanya.
Selain waktu kejadian, jenis tabrakan yang paling banyak tercatat adalah adu banteng dengan 233 kasus. Disusul tabrak depan-belakang sebanyak 166 kasus.
Menurut Tommy, tabrakan adu banteng umumnya terjadi karena kendaraan masuk ke jalur berlawanan.
Penyebabnya beragam, mulai dari kurang konsentrasi, mengantuk, memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi, hingga mendahului tanpa memperhitungkan kondisi lalu lintas dari arah depan.
Meski jumlah korban meninggal dunia mengalami penurunan, angka tersebut masih tergolong tinggi. Hingga 19 Agustus 2025, tercatat 160 orang meninggal dunia, turun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 238 korban.
"Satu kelalaian kecil bisa berakibat fatal, apalagi saat kondisi jalan padat pada jam sibuk," tegasnya.
Untuk menekan angka kecelakaan, Satlantas Polres Jember meningkatkan patroli pada jam-jam rawan, terutama pagi dan sore hari.
Personel ditempatkan di sejumlah titik yang selama ini menjadi lokasi rawan kecelakaan maupun kepadatan arus lalu lintas.
Ia menegaskan, keberhasilan menekan angka kecelakaan tidak hanya bergantung pada pengawasan aparat, tetapi juga kedisiplinan masyarakat dalam berkendara.
"Gunakan helm, patuhi marka dan rambu lalu lintas, jangan melawan arus, hindari kecepatan berlebihan, serta jangan memaksakan mendahului jika kondisi tidak aman. Jangan hanya mengandalkan keberadaan polisi. Keselamatan ada di tangan masing-masing pengendara," pungkasnya. (dhi/dwi)
Data Kecelakaan Jember (Januari–19 Agustus 2025)
• Jumlah kecelakaan: 779 kasus
• Korban meninggal dunia: 160 jiwa
• Waktu paling rawan: 06.00–09.00 WIB (204 kasus)
• Waktu rawan berikutnya: 21.00–24.00 WIB (118 kasus)
• Jenis tabrakan terbanyak:
o Adu banteng: 233 kasus
o Tabrak depan–belakang: 166 kasus