Radar Jember - Saat buah bakau hanya dibiarkan gugur dan membusuk di kawasan pesisir, tiga mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah (FEB – Unmuh) Jember melihat peluang emas.
Mereka meraciknya menjadi 'Sukau', sirup inovatif yang tidak hanya bernilai ekonomi tinggi, tetapi juga menjuarai kompetisi kewirausahaan tingkat nasional.
Mohammad Widana Prayuda, Siska Putri Pratama, dan Nadya Ulya Indrasta Rahmani yang menggagas inovasi tersebut.
Baca Juga: Pernah Bertanya dari Mana Huruf Berasal? Museum Huruf Jember Menyimpan Jawabannya
Ide itu muncul setelah mereka melihat melimpahnya buah bakau di kawasan Pantai Payangan yang belum dimanfaatkan secara optimal.
Berbekal riset sederhana, ketiganya mulai mengolah buah bakau menjadi sirup dengan cita rasa khas yang dapat diterima masyarakat.
Proses pengembangannya tidak berlangsung instan. Tim melakukan serangkaian penelitian, mulai dari memilih bahan baku terbaik, menguji rasa, hingga menyempurnakan formulasi.
Hasilnya, lahirlah Sukau sebagai alternatif minuman berbahan alami yang tak hanya menawarkan sensasi rasa berbeda, tetapi juga membawa manfaat kesehatan berkat kandungan antioksidan alami yang terdapat pada buah bakau.
Tak hanya berorientasi pada produk, inovasi tersebut juga mengusung semangat pelestarian lingkungan. Pemanfaatan buah bakau dilakukan tanpa mengganggu keberadaan ekosistem mangrove yang memiliki peran penting menjaga kawasan pesisir.
Dengan demikian, nilai ekonomi dapat tumbuh beriringan dengan upaya konservasi alam.
“Kami ingin menunjukkan bahwa potensi lokal bisa diolah menjadi produk yang memiliki manfaat bagi masyarakat sekaligus memiliki peluang bisnis,” Nadya Ulya Indrasta Rahmani, Penggagas Sukau
Menurut Nadya Ulya Indrasta Rahmani, tujuan utama pengembangan Sukau bukan sekadar menghadirkan produk baru di pasaran.
Lebih dari itu, tim ingin membuktikan bahwa potensi lokal dapat diolah menjadi komoditas yang memberi manfaat bagi masyarakat.
Ke depan, Sukau diproyeksikan menjadi salah satu produk khas Jember. Sasarannya tidak hanya wisatawan yang berkunjung ke Pantai Payangan, tetapi juga masyarakat umum, mahasiswa, hingga pelaku UMKM sebagai pilihan oleh-oleh maupun produk unggulan daerah.
Saat ini tim masih melakukan penyempurnaan melalui uji coba kepada calon konsumen, sekaligus mempersiapkan legalitas seperti PIRT dan sertifikasi halal sebelum diproduksi dalam skala lebih besar.
Baca Juga: Gedung Jember Nusantara Disulap Jadi JCC, Siap Tampung Ratusan Anak Muda Kreatif
Kerja keras tersebut membuahkan hasil membanggakan. Sukau sukses mengantarkan tim mahasiswa Unmuh Jember meraih Juara 1 Kategori Minuman Siap Saji pada ajang Bootcamp Studentpreneur 2026. Namun, bagi mereka, penghargaan itu bukanlah garis akhir.
“Fokus utama tetap pada pengembangan produk kami agar mampu menjadi minuman khas Jember yang memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir sekaligus memperkenalkan potensi buah bakau kepada pasar yang lebih luas,” ucap Nadya Ulya Indrasta Rahmani. (Dhi/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh