Radar Jember - Gelaran Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026 yang berlangsung pada 24–26 Juli 2026 di Kabupaten Jember, Jawa Timur, sukses dihelat.
Usai penutupan ajang tersebut, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan komitmen Kementerian Pariwisata untuk memperluas jangkauan promosi JFC ke pasar internasional melalui saluran promosi resmi, seperti situs web kementerian hingga pameran pariwisata kelas dunia.
Hal tersebut ditegaskan Widiyanti saat menggelar konferensi pers di Pendapa Wahyawibawagraha, Jember, Minggu (26/7/2026). Ia menilai JFC telah membuktikan kualitasnya sebagai salah satu gelaran unggulan nasional yang sangat layak diperkenalkan lebih luas kepada wisatawan mancanegara.
Baca Juga: Sulap Sampah Jadi Kostum Megah JFC 2026, Aksi Belasan Siswa Sekolah Rakyat Jember Ini Bikin Terharu
"Kami tentu selalu mempromosikan agenda wisata nasional melalui website Kementerian Pariwisata ke seluruh dunia dan ketika mengikuti pameran expo di negara-negara lain seperti di Berlin, London, negara-negara di Asia, dan Australia," ujar Widiyanti.
Widiyanti memaparkan bahwa JFC rutin menjadi bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN), bahkan tercatat sudah empat kali menembus daftar Top 10 KEN—sebuah program unggulan Kementerian Pariwisata yang menghimpun jajaran agenda wisata terbaik di Indonesia.
Bagi Widiyanti, pencapaian beruntun tersebut menjadi alasan kuat bagi pemerintah untuk terus menggenjot potensi JFC agar makin dikenal di kancah global.
"Kami harus mendukung kreativitas dari Indonesia yang dibuat oleh anak-anak bangsa yang tentu tidak kalah dengan negara-negara lain di dunia," katanya.
Di samping strategi promosi, Menpar turut menyoroti krusialnya konektivitas menuju Jember. Ia melihat Bali—sebagai pintu gerbang utama wisatawan asing—dapat dimanfaatkan sebagai penghubung bagi para turis yang ingin menyaksikan JFC.
Baca Juga: Di Antara Banyak Guest Star, Mengapa Kehadiran Bule Barbie Paling Menyatu dengan Atmosfer JFC 2026?
Rute penerbangan Jember-Bali yang telah beroperasi dinilai menyimpan potensi besar dalam menggenjot angka kunjungan wisatawan internasional.
Dukungan senada datang dari Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak. Ia mendorong agar JFC dapat "naik kelas" dan masuk dalam jajaran kalender wisata dunia.
Kehadiran peserta hingga penonton dari berbagai daerah dan mancanegara menjadi modal berharga bagi JFC untuk berkiprah di tingkat global.
Kendati demikian, Emil menekankan perlunya kolaborasi lintas pihak demi menghadirkan bintang tamu internasional guna memperkuat daya tarik JFC.
"Kalau misalkan ada satu kompetisi event-event di dunia, maka kami akan mendukung JFC untuk naik kelas ke tingkat dunia. Namun, perlu mendatangkan bintang tamu dari luar negeri dengan kolaborasi banyak pihak, sehingga tidak hanya dipikirkan pihak JFC saja," ujarnya.
Usulan serupa sebelumnya juga dilontarkan oleh Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati. Ia mendorong integrasi JFC ke dalam kalender wisata internasional demi memikat lebih banyak turis asing ke Kabupaten Jember.
Baca Juga: JFC 2026 Tak Asal Memilih Guest Star, Kehadiran Sisca Saras Ternyata Punya Makna Tersendiri
Rahayu menilai sinergi antara Kementerian Pariwisata dan Kementerian Ekonomi Kreatif sangat dibutuhkan agar JFC terus berkembang menjadi pilar pariwisata unggulan Indonesia di mata dunia.
"Kami mendorong Kementerian Pariwisata dan Kementerian Ekonomi Kreatif memberikan dukungan agar JFC semakin berkembang dan menjadi salah satu agenda yang masuk dalam kalender wisata internasional," katanya.
Editor : Imron Hidayatullahh