Radar Jember - Aksi bersih-bersih Sungai Bedadung di Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang, Senin (27/7), melibatkan sedikitnya 150 personel gabungan.
Mereka terdiri atas anggota TNI, relawan, pelajar, santri, mahasiswa hingga unsur pemerintah yang bergotong royong mengangkat sampah sekaligus menebarkan bibit ikan sebagai upaya menjaga kelestarian sungai.
Resik-resik bertajuk Karya Bakti TNI itu dipimpin langsung Komandan Kodim 0824/Jember Letkol Inf Rifqi Muhammad Syuhada.
Turut hadir pengasuh Pondok Pesantren Ashri Jember KH. Syaiful Rijal, jajaran Muspika Patrang, serta sejumlah elemen masyarakat yang sejak pagi memenuhi bantaran Sungai Bedadung.
Dandim menyebut kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi lingkungan yang belakangan semakin rentan terhadap bencana.
Menurutnya, menjaga kebersihan sungai menjadi salah satu langkah sederhana namun berdampak besar dalam mengurangi risiko banjir.
“Bencana seperti banjir dan tanah longsor kerap berakar dari kurangnya kepedulian manusia terhadap alam, salah satunya kebiasaan membuang sampah ke sungai. Lewat aksi bersama ini, kita ingin mengembalikan fungsi sungai agar tetap bersih, sehat, sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat untuk merawat ekosistem Sungai Bedadung,” ujar.
Tak hanya membersihkan sampah yang menyangkut di sepanjang aliran sungai, peserta juga melakukan penebaran bibit ikan di beberapa titik.
Langkah tersebut diharapkan dapat membantu menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus meningkatkan populasi ikan lokal di Sungai Bedadung.
Selaras, Pengasuh Pondok Pesantren Ashri Jember KH. Syaiful Rijal menilai keterlibatan banyak unsur dalam kegiatan tersebut menjadi contoh bahwa pelestarian lingkungan tidak bisa dibebankan kepada satu pihak saja.
Menurutnya, kepedulian terhadap sungai perlu dibangun melalui aksi nyata yang melibatkan masyarakat secara langsung.
“Kami menyambut baik dan berterima kasih kepada Kodim 0824/Jember. Ini adalah bukti nyata sinergi antara TNI, pemerintah, dan warga. Semoga gerakan ini menular menjadi kebiasaan masyarakat untuk tidak lagi mengotori sungai,” tutup pria yang akrab disapa Gus Saif tersebut. (dhi/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh