Radar Jember - Penyelenggaraan Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026 dinilai sukses memajukan pariwisata berbasis seni di Kabupaten Jember, Jawa Timur, dengan standar kualitas kelas dunia. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana.
“Kita tidak hanya menyaksikan sebuah karnaval. Kita menyaksikan sebuah gagasan besar bahwa kreativitas adalah kekuatan yang mampu membangun identitas, menggerakkan perekonomian, dan memperkenalkan Indonesia kepada dunia," kata Widiyanti dalam keterangan resminya, Senin (27/7/2026).
Saat meninjau JFC 2026 pada Minggu (26/7/2026), Widiyanti menegaskan bahwa ajang festival seni budaya ini berperan penting mengukuhkan citra pariwisata nasional di panggung global.
Selain itu, JFC memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi daerah lewat penyerapan tenaga kerja, penguatan industri kreatif, serta pemberdayaan UMKM.
Digelar sejak 2003, JFC telah bertransformasi menjadi ikon pariwisata Jember sekaligus etalase kreativitas Indonesia di mata internasional.
Kolaborasi apik antara peragaan busana, pertunjukan seni, kebudayaan, dan inovasi menjadikan JFC magnet kuat yang memikat wisatawan dari mancanegara.
Konsistensi JFC dalam menjaga mutu gelaran menjadikannya salah satu agenda pariwisata terbaik di Tanah Air.
Terbukti, JFC berhasil bertahan dalam Karisma Event Nusantara (KEN) selama enam tahun berturut-turut sejak 2021. Lebih dari itu, pada edisi 2026, JFC kembali menembus jajaran Top 10 KEN untuk kali keempat.
Capaian ini menegaskan mutu penyelenggaraan yang terus meningkat serta daya saing kreativitas di level internasional.
Sisi ekonomi JFC juga tercatat konkret. Pada edisi 2025 saja, JFC sukses menyedot 557.509 wisatawan nusantara dan 284 wisatawan mancanegara.
Gelaran tersebut juga merangkul 106 pelaku UMKM, 2.643 pekerja seni, serta 558 tenaga kerja dengan memutar roda ekonomi mencapai Rp60,21 miliar.
Melihat rekam jejak tersebut, Widiyanti berharap JFC dapat terus mengepakkan sayap sebagai karnaval fesyen kelas dunia yang memperkuat pariwisata Indonesia sekaligus memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.
Di sisi lain, Presiden Jember Fashion Carnaval, Budi Setiawan, menyebut JFC kini telah bertransisi dari sekadar ajang tahunan menjadi sebuah gerakan pemberdayaan bagi generasi muda untuk tumbuh dan berkarya.
"Di tahun ini, 99 persen konten kreatif sudah berada di tangan adik-adik generasi muda. Kami hanya mendampingi agar nilai-nilai Jember Fashion Carnaval tetap terjaga," katanya.
Mengusung tema "HEAL: Humanity, Earth and Life", JFC 2026 yang berlangsung pada 24–26 Juli 2026 mengajak publik menciptakan harmonisasi antara manusia, bumi, dan kehidupan melalui karya berpesan pelestarian lingkungan.
Gagasan ini dituangkan dalam empat agenda utama serta delapan defile teatrikal berunsur kemanusiaan, keberagaman budaya, dan kepedulian lingkungan.
Pendekatan ini mempertegas peran pariwisata sebagai media edukasi guna mendukung pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.
Editor : Imron Hidayatullahh