Manifestasi Dewi Saraswati; Simbol Ekosistem Pendidikan Holistik Diusung Pelajar Asal Bondowoso ini di JFC 2026

M. Ainul Budi • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 17:18 WIB
Manifestasi Dewi Saraswati; Simbol Ekosistem Pendidikan Holistik Diusung Siswi SMPN 1 Bondowoso Di Jember Fashion Carnaval
Manifestasi Dewi Saraswati; Simbol Ekosistem Pendidikan Holistik Diusung Siswi SMPN 1 Bondowoso Di Jember Fashion Carnaval

RADAR JEMBER - Pagelaran super meriah panggung runway jalanan sepanjang 3,6 kilometer dalam gelaran Jember Fashion Carnaval (JFC) yang digelar hari ini, Jum’at (24/07/2026) kembali menyedot perhatian ribuan pasang mata. Salah satu penampilan yang mencuri perhatian publik datang dari asal Bondowoso.

Seorang siswi dari SMPN 1 Bondowoso tampil anggun dan megah membawakan kostum dengan simbol manifestasi Dewi Saraswati, sebuah karya seni busana yang sarat akan makna pendidikan holistik.

Adalah Almira Gayatri Rajapatni, siswi yang baru saja tercatat menjadi siswi kelas 7 SMPN 1 Bondowoso terlihat sangat percaya diri menyusuri jalur catwalk JFC dan akhirnya berhasil memukau puluhan ribu penonton.

Baca Juga: JFC 2026: Magnet Wisatawan Mancanegara dan Ikon Karnaval Kebanggaan Indonesia, Miss Youth Indonesia 2025 Sangat Terpukau Karnaval dari Kabupaten Jember

Kostum bermakna mendalam ini menjadi bukti nyata kemampuannya menyuarakan pesan-pesan edukatif yang relevan di panggung kebudayaan internasional.

Angger Yudha Pratama selaku desaigner menyampaikan bahwa kostum yang dirancangnya adalah manifestasi Dewi Saraswati, sang pelindung ilmu pengetahuan, seni, dan kebenaran, berbalut busana putih suci berhias ukiran emas, memegang Veena sebagai alat musik sakral pemancar harmoni dan kedamaian alam semesta.

Baca Juga: Catat Jam Penutupan Sultan Agung–Gajah Mada! Dishub Jember Sebar Kantong Parkir Resmi Buat Penonton JFC 2026

“Pakaian putih yang dikenakan Dewi Saraswati menjadi pengingat penting bahwa belajar harus dilandasi kesucian hati dan kejernihan pikiran” ujar Angger senang.

Lebih lanjut, Angger menambahkan bahwa Angsa Putih merupakan simbol kebijaksanaan dalam membedakan kebaikan dan keburukan, empat lengannya membentang menguasai pikiran, intelek, kesadaran, dan ego.

“Di atas mahkotanya, sosok kegelapan berdiri patuh, menjadi lambang bahwa seramnya kebodohan akan selalu tunduk di bawah indahnya cahaya ilmu pengetahuan” imbuh Angger.

Hal senada juga diisampaikan oleh pakar sejarah Bondowoso Febri Kurniawan membenarkan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam simbol Saraswati dapat menjadi fondasi dalam membangun ekosistem pendidikan yang holistik, mampu membangun kesadaran kolektif tentang nilai, etika, dan norma.

“Pendek kata pendidikan untuk membangun peradaban, yang yang menyeimbangkan antara kecerdasan intelektual, karakter spiritual, etika, dan kreativitas seni” ujar Febri yang merupakan Guru Sejarah SMAN 2 Bondowoso.

Sementara itu, Almira Gayatri Rajapatni mengaku senang bisa mengikuti ajang bergengsi tahunan World Kids Carnival JFC bersama ratusan anak dari berbagai daerah di Indonesia yang tampil mengenakan kostum bertema budaya Nusantara.

“Sangat senang sekali, jadi pengalaman yang sangat berharga dan tidak akan terlupakan” ujar Almira senang.

Editor : M. Ainul Budi
jfc 2026 Jember JFC Bondowoso