Radar Jember – Kabar gembira datang bagi warga Dusun Darungan Selatan dan Darungan Utara, Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi.
Jembatan gantung yang sempat putus akibat diterjang banjir kini telah tersambung.
Jembatan dengan panjang 105 meter dan lebar 1,2 meter yang membentang di atas Sungai Bedadung itu kini tinggal memasuki tahap finishing sebelum dapat difungsikan kembali.
Keberadaan jembatan tersebut sangat dinantikan masyarakat.
Selain menjadi akses utama bagi warga Desa Jubung, jembatan juga selama ini dimanfaatkan warga Kecamatan Jenggawah dan Ajung yang hendak menuju Rambipuji maupun mengantar anak bersekolah ke SDN Jubung 01, SDN Jubung 02, dan SMKN 5 Jember.
Kepala Dusun Darungan, Wahyudi, mengatakan, saat ini pekerjaan utama telah selesai.
Perbaikan hanya menyisakan penyelesaian plengsengan di sisi jembatan dan beberapa pekerjaan akhir.
"Alhamdulillah, sekarang tinggal perbaikan plengsengan dan finishing saja. Bagian lantainya sudah selesai dipasang sehingga jembatan yang menghubungkan Dusun Darungan Utara dan Darungan Selatan sudah tersambung," ujarnya.
Menurut Wahyudi, jembatan baru tersebut memiliki konstruksi yang lebih kokoh dibanding sebelumnya.
Bagian tengah jembatan dibuat lebih tinggi dan dapat disetel sesuai kebutuhan, sementara di kedua sisi masih dilakukan pemasangan pengaman dan penyempurnaan konstruksi.
Meski sudah tersambung, jembatan belum bisa dilintasi karena proses pengerjaan belum sepenuhnya selesai.
Warga diminta bersabar hingga seluruh fasilitas pengaman terpasang dan jembatan dinyatakan aman untuk digunakan.
Selama masa perbaikan, masyarakat masih memanfaatkan getek bambu sebagai sarana penyeberangan Sungai Bedadung.
Wahyudi menambahkan, warga menyambut gembira progres pembangunan tersebut.
Mereka berharap jembatan segera dapat dioperasikan karena menjadi akses vital yang mempercepat mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.
Jembatan gantung yang pertama kali diresmikan pada Maret 2005 itu sebelumnya dapat dilintasi sepeda motor, becak motor (bentor), hingga kendaraan roda tiga.
Namun, setelah dibangun kembali, lebar jembatan menjadi 1,2 meter sehingga nantinya hanya diperuntukkan bagi pejalan kaki dan kendaraan roda dua. (jum/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh