JEMBER, Radar Jember - Di tengah maraknya promosi kosmetik instan dan banjir klaim, tanpa dasar ilmiah di media sosial, dr. Grandika Andromeda memilih mengambil jalan berbeda.
Dokter yang akrab disapa dr. Grand itu konsisten mengedukasi masyarakat melalui pengujian laboratorium terhadap berbagai produk skincare yang diduga berbahaya.
Langkah tersebut telah ia lakukan sejak 2017. Berbekal latar belakang sebagai dokter, ia memanfaatkan kanal YouTube sebagai ruang edukasi.
Terutama untuk meningkatkan literasi masyarakat mengenai keamanan kosmetik, bahaya skincare ilegal, hingga pentingnya memilih produk yang telah memenuhi standar keamanan dan didukung bukti ilmiah.
Konsistensinya membuat nama dr. Grand dikenal luas sebagai salah satu figur yang vokal mengkritisi peredaran skincare ilegal di Indonesia.
Materi yang disampaikan dikemas dengan bahasa sederhana, namun tetap berpijak pada ilmu kedokteran sehingga mudah dipahami masyarakat.
Lewat berbagai kontennya, ia berupaya mengajak masyarakat lebih kritis terhadap kandungan bahan berbahaya dalam kosmetik, memahami pentingnya legalitas produk, serta menyadari risiko kesehatan akibat penggunaan skincare yang tidak memenuhi persyaratan.
Baca Juga: Persebo 1964 Bondowoso Mulai Panaskan Mesin Untuk Hadapi Piala Soeratin U-17
Aktivitas edukasinya pun tidak hanya berlangsung di dunia digital. Ia kerap menjadi narasumber dalam seminar, webinar, hingga berbagai forum ilmiah tingkat regional maupun nasional yang membahas kesehatan kulit, estetika medis, anti-aging, dan perlindungan konsumen di bidang kosmetik.
Di balik perannya sebagai edukator, dr. Grand juga mengembangkan dR Grand Skincare, sebuah brand skincare medis yang dibangun dengan pendekatan evidence-based medicine.
Seluruh produknya dikembangkan dengan menitikberatkan pada aspek keamanan, efektivitas, serta dasar ilmiah.
Salah satu inovasi yang ditawarkan adalah program garansi 100 persen uang kembali apabila penggunaan produk sesuai ketentuan tidak memberikan hasil berupa kulit yang lebih cerah serta membantu memudarkan flek dan melasma.
Program tersebut menjadi bentuk komitmennya terhadap kualitas produk sekaligus upaya membangun kepercayaan konsumen melalui pelayanan yang bertanggung jawab.
Dalam praktik profesionalnya, dr. Grand meyakini kesehatan kulit tidak hanya bergantung pada produk perawatan. Pola hidup sehat, asupan nutrisi, perlindungan dari paparan sinar ultraviolet, hingga terapi berdasarkan diagnosis yang tepat merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.
Baca Juga: Melihat Potensi Beras Organik Bondowoso yang Siap Dikirim ke Luar Daerah
Karena itu, setiap edukasi yang ia berikan selalu menekankan pentingnya pendekatan ilmiah, rasional, dan sesuai kaidah kedokteran agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh berbagai klaim kosmetik yang menyesatkan.
Kini, dr. Grand berdomisili di Kabupaten Jember dan menjalankan praktik di Salon Dokter Grand, Jalan Tembus Baru No. A2, Krajan Timur, Sumber Kolak, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo.
Melalui praktik klinis, pengembangan produk, serta edukasi yang terus dilakukan, ia berkomitmen meningkatkan literasi kesehatan masyarakat sekaligus mendorong lahirnya industri skincare Indonesia yang lebih aman, berkualitas, dan berorientasi pada perlindungan konsumen. (*)
Editor : Ilham Wahyudi