Radar Jember - Pemkab Jember terus mematangkan kesiapan peluncuran program Home Care bagi masyarakat kurang mampu.
Tak sekadar menerjunkan tenaga medis ke rumah warga, layanan jemput bola ini dipastikan mengusung lompatan teknologi melalui digitalisasi sistem pencatatan rekam medis secara real-time.
Kepala Dinas Kesehatan Jember, Muhammad Zamroni, menegaskan bahwa seluruh riwayat pengobatan dan perkembangan kondisi pasien pascakunjungan akan langsung tercatat secara otomatis ke dalam Sistem Informasi Kesehatan (SIMKES).
"Setiap perkembangan kondisi pasien pascakunjungan oleh tim Home Care tidak lagi dicatat secara manual di kertas yang rentan hilang. Semuanya terintegrasi langsung ke SIMKES secara digital. Ini kunci utama kami untuk memastikan pemantauan kesehatan pasien berjalan secara berkelanjutan dan presisi," katanya, (22/7).
Menurut dia, integrasi ke dalam SIMKES memungkinkan dokter Puskesmas maupun dokter spesialis di RSUD memantau riwayat medis pasien secara transparan.
Apabila pasien membutuhkan konsultasi lanjutan, kata dia, tim nakes di lapangan dapat langsung terhubung via fitur telemedisin dengan acuan data medis yang sudah terkunci di sistem.
"Dengan sistem pencatatan digital ini, tidak ada lagi cerita riwayat penyakit pasien yang terputus. Kunjungan ulang pun bisa dijadwalkan secara tepat berbasis data evaluasi berkala di SIMKES," tambahnya.
Lebih lanjut, Program Home Care Pemkab Jember rencananya diresmikan di Puskesmas Sumberbaru pada 24 Juli 2026.
Sasaran utamanya meliputi warga kurang mampu penderita penyakit kronis, balita stunting, ibu hamil/melahirkan berisiko tinggi, hingga penyandang disabilitas.
Masyarakat dapat mengajukan permohonan layanan ini melalui kanal Wadul Guse maupun Hotline Layanan Home Care Puskesmas. (mau/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh