Radar Jember - Kemampuan menciptakan karya tari untuk anak usia dini menjadi bekal yang terus diasah mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Unmuh Jember.
Mereka tidak hanya berlatih menari, tetapi juga merancang sendiri gerak, alur, hingga kostum yang disesuaikan dengan karakter dan tahap perkembangan anak.
Tak berhenti pada bidang seni, mahasiswa juga mengembangkan berbagai olahan makanan bergizi yang dirancang khusus untuk anak usia dini.
Setiap menu disusun dengan memperhatikan kebutuhan nutrisi, porsi, serta penyajian yang menarik agar mudah diterima anak sebagai bagian dari pembelajaran tentang kesehatan dan gizi.
Dosen Seni Tari PG PAUD Unmuh Jember, Misyana, mengatakan mahasiswa memang diarahkan agar mampu menghasilkan karya yang nantinya bisa diterapkan saat menjadi guru PAUD.
Menurutnya, calon pendidik perlu memiliki kreativitas untuk menciptakan media pembelajaran yang sesuai dengan dunia anak.
"Kami ingin mahasiswa mampu berkreasi dan berinovasi dalam menciptakan gerakan tari untuk anak usia dini. Mereka juga belajar mendesain kostum tari hingga menyiapkan seluruh kebutuhan pertunjukan secara mandiri," ujarnya.
Kemampuan itu dipadukan dengan pembelajaran mengenai kesehatan dan gizi anak. Mahasiswa diminta menyusun contoh menu sehat yang dapat mendukung tumbuh kembang anak usia dini, sehingga pembelajaran tidak berhenti pada teori, tetapi menghasilkan produk yang aplikatif.
Menurut Misyana, penciptaan karya tari maupun olahan makanan sehat merupakan luaran dari sejumlah mata kuliah yang saling terintegrasi selama satu semester. Seluruh hasil belajar kemudian ditampilkan dalam satu gelar karya bertema Etnis Pendalungan.
"Ini merupakan luaran dari beberapa mata kuliah yang saling terintegrasi dalam satu tema, yaitu Etnis Pandhalungan," katanya.
Melalui karya tersebut, mahasiswa diharapkan memiliki bekal yang lebih dari sekadar kemampuan mengajar. Mereka dituntut mampu menghadirkan pembelajaran yang kreatif, mengenalkan budaya lokal melalui tari, sekaligus membiasakan pola makan sehat sejak usia dini.
"Kami berharap setiap mata kuliah memiliki luaran yang berdampak. Misalnya pada mata kuliah gizi, guru-guru bisa melihat contoh makanan yang sesuai dengan kebutuhan anak. Begitu juga dengan tari, mahasiswa mampu menciptakan karya tari yang memang diperuntukkan bagi anak usia dini," pungkasnya. (dhi)
Editor : Imron Hidayatullahh