RADAR JEMBER - Warga yang tinggal di Dusun Kepel, Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan, Jember mendadak gempar pada Selasa (21/7/2026) pagi. Seorang pria bernama M. Yusuf Hariawan (35), warga Dusun Kapuran, Desa Grenden, Kecamatan Puger, Jember, dilaporkan meninggal dunia akibat tertembak senapan angin miliknya sendiri sekitar pukul 06.00 WIB.
Sebelum insiden nahas tersebut terjadi, korban bersama rekannya, Riskon Devianto (38), warga Dusun Mandaran, Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger, bermaksud untuk memburu burung perkutut. Keduanya berangkat dari rumah mengendarai sepeda motor sekitar pukul 05.00 WIB.
Sesampainya di lokasi berburu, korban dan saksi terlebih dahulu mampir ke warung milik Pak Cukup (52) untuk memesan kopi. Namun, baru sekitar 5 menit berada di warung, korban memutuskan keluar dan berjalan ke arah timur sambil membawa senapan anginnya. Sementara itu, Riskon menunggu di warung yang lokasinya tak jauh dari sana.
Selama proses berburu, korban sempat dua kali kembali ke warung untuk meminum kopi yang dipesannya. Di saat yang sama, saksi berada di sekitar warung sambil memutar suara pancingan burung perkutut melalui perangkat pemutar suara (sound).
Petaka terjadi ketika korban kembali untuk yang ketiga kalinya ke warung. Kali ini, korban datang tanpa membawa senapan anginnya, melainkan sambil memegangi bagian perut sebelah kanan dan berteriak meminta pertolongan.
Kepada Riskon Devianto, korban merintih, "Cak, aku kebedil dewe" (Mas, saya tertembak sendiri), lalu terduduk.
Baca Juga: Bunga Desaku di Pakusari: Gus Fawait Tantang Anak Jember Jadi Bupati Lewat Beasiswa
Mendengar ucapan korban, saksi langsung bergerak cepat meminta bantuan pemilik warung untuk menaikkan korban ke tempat duduk warung. Pemilik warung kemudian bergegas mencari senapan angin milik korban yang akhirnya ditemukan tidak jauh dari lokasi. Senapan tersebut lantas diamankan di dalam warung oleh teman korban.
Kapolsek Wuluhan, IPTU Handoko Dhardak, menjelaskan bahwa begitu petugas piket menerima laporan masyarakat, dirinya bersama anggota langsung meluncur ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).
"Setelah saya datang ke warung, korban sudah meninggal," kata Handoko.
Petugas kepolisian di lokasi langsung menghubungi tim tenaga kesehatan (nakes) dari Puskesmas Lojejer untuk melakukan penanganan serta pemeriksaan medis di TKP. Dari lokasi kejadian, pihak kepolisian telah mengamankan barang bukti berupa satu unit senapan angin milik korban guna proses penyelidikan lebih lanjut.
Editor : M. Ainul Budi