Radar Jember – Tidak semua foto hanya tentang gambar yang indah. Di tangan seorang jurnalis, satu bidikan bisa menjadi cerita, merekam peristiwa, bahkan menyampaikan pesan kepada publik.
Semangat itulah yang dibagikan Jawa Pos Radar Jember melalui Kelas Fotografi Jurnalistik dalam rangka HUT ke-27 Radar Jember di kantor Jawa Pos Radar Jember, Kamis (16/7).
Kegiatan yang diikuti pelajar SMP/MTs, SMA/SMK/MA, hingga mahasiswa itu menghadirkan tiga fotografer senior Radar Jember, yakni M. Ainul Budi, Jumai, dan Dwi Siswanto.
Selama hampir dua jam, peserta diajak memahami dasar-dasar fotografi jurnalistik. Materi yang disampaikan tidak hanya teknik memotret, tetapi juga bagaimana sebuah foto memiliki nilai berita.
Berbagai contoh karya jurnalistik ditampilkan, mulai aktivitas pemerintahan, liputan olahraga, peristiwa, hingga momen-momen human interest yang berhasil mengabadikan sisi kemanusiaan. Sesekali peserta mengangkat telepon genggam untuk mengabadikan materi.
Memasuki sesi praktik, suasana semakin hidup. Dua pemain basket putri dari SMP Negeri 1 Jember dan SMP Negeri 2 Jember dihadirkan sebagai model.
Peserta langsung berburu sudut terbaik sembari dipandu Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Jember, Dwi Siswanto, mengenai komposisi, angle, hingga momentum yang tepat saat menekan tombol rana.
Salah seorang peserta dari LINES LDII News Jember, Salas Asar, mengaku pelatihan tersebut membuka wawasannya tentang dunia jurnalistik.
"Seru juga. Kalau bisa tidak hanya sekali ini saja, tetapi ada pelatihan lanjutan karena kami juga membutuhkan ilmu jurnalistik untuk mendukung pemberitaan," ujarnya.
Kegiatan itu juga meninggalkan kesan bagi peserta lainnya. Wildan, siswa SMA Negeri Jenggawah, mengaku baru menyadari bahwa fotografi jurnalistik tidak hanya mengandalkan kemampuan memotret, tetapi juga harus mampu menghadirkan cerita lewat tulisan.
"Seru bisa bertemu fotografer Radar Jember. Tidak menyangka. Gak ekspek sih," ungkapnya.
Sementara itu, Dwi Siswanto berharap kelas serupa bisa menjadi ruang belajar bagi generasi muda yang tertarik mendalami dunia jurnalistik visual.
Sebab foto jurnalistik bukan sekadar menghasilkan gambar yang bagus, tetapi bagaimana foto itu mampu menyampaikan fakta dan bercerita kepada publik.
"Karena itu, teori harus dipadukan dengan praktik agar peserta merasakan langsung proses kerja seorang jurnalis, khususnya pewarta foto," pungkasnya. (kin/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh