Radar Jember - Mengenakan topi medis warna biru dokter spesialis RSU Kaliwates, dr Hudoyo SpPD FINASIM langsung semangat saat berjumpa wartawan Jawa Pos Radar Jember. Lantas, bagaimana ceritanya Hudoyono selama tiga dekade lebih menjadi pelanggan koran terbesar di Jember ini?
Kisah cinta dr. Hudoyo dengan Jawa Pos bermula jauh sebelum Radar Jember hadir di tengah masyarakat. Tepatnya pada tahun 1990, tahun di mana ia pertama kali menginjakkan kaki di tanah Jember.
"Tahun 1990, saya pertama kali ke Jember. Pada waktu itu juga saya langsung langganan Jawa Pos. Dulu masih belum ada Radar Jember,” kenangnya.
Ketertarikan dr. Hudoyo semakin memuncak saat Radar Jember resmi berdiri pada tahun 1999. Baginya, kehadiran Radar Jember membawa warna baru yang sangat dinantikan. Ia ingat betul bagaimana sejak tahun 1999, dalam langganan Jawa Pos miliknya, terselip pula edisi Radar Jember.
"Saya sangat menyukai hadirnya Radar Jember. Dengan adanya berita lokal, saya jadi jauh lebih tahu apa yang terjadi di daerah Jember dan sekitarnya," ujarnya antusias.
Perpaduan antara cakupan nasional dari Jawa Pos dan kedekatan emosional dari Radar Jember itulah yang membuat semangat membacanya semakin terjaga hingga hari ini.
Di tengah gempuran informasi digital, dr Hudoyo tetap setia pada marwah jurnalisme fisik. Baginya, ada ketenangan tersendiri saat membalik halaman koran, sebuah ritual yang belum bisa sepenuhnya digantikan oleh layar gawai.
Baca Juga: Sehari Dua Kebakaran Rumah di Jember Pada Dua TKP, Gara-gara Telur Rebus?
Memperingati Hari Ulang Tahun ke-27 Radar Jember, dr. Hudoyo menyampaikan apresiasi mendalam atas konsistensi surat kabar tersebut. Di matanya, Radar Jember telah menjadi benteng informasi yang terpercaya.
"Saya tetap konsisten berlangganan karena informasinya bisa dipertanggungjawabkan, objektif, sajiannya menarik, dan yang terpenting jauh dari informasi hoaks," tuturnya tegas.
Kepercayaan ini bukan tanpa alasan, sebab selama puluhan tahun, ia merasa kebutuhan akan berita yang akurat selalu terpenuhi.
Tak hanya sekadar pembaca setia, dr. Hudoyo juga memiliki harapan besar agar Radar Jember terus bertumbuh sebagai pilar penting bagi masyarakat Jember. Ia menaruh perhatian besar pada literasi kesehatan masyarakat.
Pria yang dikenal dedikatif ini melontarkan sebuah gagasan segar. Ia berharap ke depan Radar Jember dapat membangun kolaborasi yang lebih erat dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Jember.
Menurutnya, kehadiran rubrik konsultasi kesehatan khusus atau program edukasi medis akan menjadi nilai tambah yang krusial bagi pembaca.
"Selamat ulang tahun ke-27 untuk Radar Jember. Semoga ke depan semakin eksis dan terus menghadirkan inovasi, termasuk membuka ruang kerja sama di bidang kesehatan bersama IDI Jember agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat luas," tutupnya dengan senyum hangat.
Bagi dr. Hudoyo, tiga dekade bukanlah waktu yang singkat. Namun, melihat dedikasi dan objektivitas yang terus dijaga, ia merasa pilihannya sejak tahun 1990 tetap menjadi keputusan yang tepat hingga hari ini. (dhi)
Editor : Imron Hidayatullahh