Radar Jember – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) jenjang SD tahun ini menghadirkan hal baru. Selain pengenalan lingkungan sekolah, siswa baru juga mengikuti rangkaian cek kesehatan gratis (CKG).
Pemeriksaan tidak hanya meliputi pengukuran tinggi badan, berat badan, dan denyut nadi, tetapi juga tes kelenturan tubuh atau sit and reach yang baru pertama kali dilakukan di MPLS.
Di SDN Bintoro 01 Jember, tes sit and reach menjadi salah satu aktivitas yang paling menarik perhatian siswa. Dalam tes tersebut, anak diminta duduk selonjor dengan kedua kaki dibuka membentuk huruf “V” selebar sekitar 45 sentimeter.
Sebuah penggaris atau meteran diletakkan di tengah kedua kaki dengan titik nol sejajar telapak kaki. Selanjutnya siswa membungkukkan badan sambil meluruskan kedua tangan sejauh mungkin ke depan tanpa menekuk lutut. Posisi jangkauan dipertahankan selama dua detik sebelum hasilnya dicatat.
Kepala SDN Bintoro 01 Jember Riki Suhermanto mengatakan, setiap siswa diberi kesempatan melakukan tes sebanyak tiga kali. Hasil yang dipakai adalah jangkauan terjauh dari ketiga percobaan tersebut.
“Anak duduk selonjor, lalu menjangkau ke depan. Dilakukan tiga kali dan yang dipakai hasil terjauh,” ujarnya.
Menurut Riki, tes kelenturan ini bukan sekadar pelengkap pemeriksaan kesehatan. Hasilnya dapat menjadi gambaran awal kondisi fisik setiap siswa. Sebab, tidak semua anak memiliki tingkat fleksibilitas tubuh yang sama.
Meski secara umum, anak perempuan cenderung memiliki kelenturan lebih baik dibandingkan anak laki-laki, hal itu pun tak bisa jadi patokan. Sehingga semakin lentur tubuh seseorang, semakin baik pula kemampuan gerak dan fleksibilitas otot serta persendiannya.
Baca Juga: BIKIN GEGER! Mayat Perempuan Ditemukan Dipinggir Rel Kereta di Jember
Ia mengatakan, selama ini pengukuran kelenturan lebih sering dilakukan dalam pembinaan olahraga seperti persiapan menuju atlet. Tetapi, sejatinya di dunia pendidikan, hal itu rutin dilakukan oleh guru ketika pelajaran olahraga.
Kini, melalui MPLS, data dasar kondisi fisik siswa sudah dapat diperoleh sejak hari pertama masuk sekolah. Sehingga perkembangan mereka dapat dipantau sejak dini sekaligus membantu mengidentifikasi potensi anak di bidang olahraga.
Selain tes kelenturan, rangkaian cek kesehatan juga dilengkapi pengukuran tinggi badan, berat badan, dan pemeriksaan denyut nadi. Hasil pengukuran digunakan untuk mengetahui kondisi kebugaran awal siswa sebelum mengikuti aktivitas fisik di sekolah.
Melalui kombinasi tes kesehatan ini, sekolah memiliki gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi kesehatan dan kebugaran peserta didik baru. (kin/dwi)
Mengenal Kelenturan di MPLS SD
Cara Melakukan:
- Duduk selonjor.
- Kedua kaki dibuka membentuk huruf V dengan jarak sekitar 45 cm.
- Meteran/penggaris diletakkan di tengah kedua kaki, titik 0 sejajar telapak kaki.
- Kedua tangan lurus ke depan, satu telapak di atas telapak lainnya.
- Raih sejauh mungkin tanpa menekuk lutut.
- Tahan posisi sekitar 2 detik.
- Dilakukan 3 kali, hasil yang dipakai adalah jangkauan terjauh.
Manfaat
• Mengetahui tingkat kelenturan tubuh siswa.
• Menjadi data awal kondisi fisik peserta didik.
• Membantu memantau perkembangan kebugaran.
• Dapat menjadi salah satu indikator potensi di bidang olahraga.
Rangkaian CKG MPLS
• Pengukuran tinggi badan.
• Pengukuran berat badan.
• Tes V Sit and Reach (kelenturan).
• Pengukuran denyut nadi.