Radar Jember – Warga Dusun Darungan Selatan, Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, kini semakin dimudahkan saat menyeberangi Sungai Bedadung. Getek rakitan yang sebelumnya hanya digunakan untuk mengangkut penumpang kini telah dimodifikasi agar dapat membawa sepeda ontel atau kayu.
Modifikasi dilakukan dengan menambahkan alas berupa plat besi tebal di atas getek yang terbuat dari rangkaian bambu dan drum plastik. Dengan tambahan tersebut, warga yang sehari-hari menggunakan sepeda sebagai sarana transportasi kini dapat membawa kendaraannya saat menyeberang sungai.
Keberadaan fasilitas sederhana ini sangat membantu para ibu yang setiap pagi mengantar anak ke PAUD maupun SDN Jubung 02.
Selain itu, banyak warga, khususnya ibu-ibu yang bekerja sebagai asisten rumah tangga di kawasan perumahan, juga mengandalkan sepeda ontel untuk beraktivitas sehingga tidak lagi harus meninggalkan sepedanya di seberang sungai.
Relawan penyeberangan, Sueb, warga Dusun Darungan Selatan, mengatakan bahwa awalnya getek rakitan hanya difungsikan untuk mengangkut anak-anak sekolah dan warga yang hendak menyeberangi Sungai Bedadung.
Namun, seiring tingginya kebutuhan masyarakat yang menggunakan sepeda, dilakukan modifikasi agar kendaraan tersebut juga dapat diangkut dengan aman.
"Awalnya getek ini hanya untuk penumpang, terutama anak-anak sekolah dan warga yang menyeberang. Tetapi karena banyak ibu-ibu yang bekerja menggunakan sepeda ontel, akhirnya kami memasang alas dari plat besi supaya sepeda juga bisa dinaikkan ke atas getek," ujar Sueb.
Menurutnya, jarak dari bibir sungai menuju PAUD maupun SDN Jubung 02 masih cukup jauh. Karena itu, keberadaan getek yang mampu mengangkut sepeda sangat membantu para orang tua yang setiap hari mengantar anak ke sekolah.
"Kasihan kalau sepedanya tidak bisa dibawa. Dari sungai ke sekolah masih lumayan jauh, sehingga warga tetap membutuhkan sepeda untuk melanjutkan perjalanan," katanya.
Setiap hari Sueb bersama sejumlah relawan membantu warga naik dan turun dari getek, termasuk mengangkat sepeda agar tetap aman selama proses penyeberangan.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati saat menuju getek karena jalur menuju tepi sungai cukup curam dan menurun.
Selama jembatan yang menghubungkan wilayah tersebut masih dalam proses perbaikan, getek rakitan menjadi satu-satunya alternatif bagi warga untuk beraktivitas sehari-hari.
Kehadirannya bukan hanya memudahkan mobilitas pelajar, tetapi juga para pekerja yang menggantungkan aktivitasnya pada akses penyeberangan sungai.
Sebelumnya, warga yang bekerja di kawasan Perumahan GMI terpaksa menitipkan sepeda mereka di rumah warga di sisi utara sungai karena getek belum mampu mengangkut kendaraan.
Kini, setelah dimodifikasi, sepeda dapat dibawa menyeberang sehingga warga lebih praktis dan tidak perlu khawatir meninggalkan kendaraannya.
"Alhamdulillah sekarang warga merasa lebih senang karena sepedanya sudah bisa dibawa pulang-pergi menggunakan getek," pungkas Sueb. (jum/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh