Radar Jember – Sektor pariwisata dinilai masih menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang belum dimaksimalkan di Jember.
Padahal, potensi wisata alam, budaya, hingga penyelenggaraan berbagai event olahraga dinilai mampu menjadi mesin penggerak ekonomi daerah jika dikelola secara terintegrasi.
Data Pemkab Jember menunjukkan jumlah kunjungan wisata pada 2024 mencapai sekitar 1,36 juta wisatawan, di tahun 2025 tercatat sebanyak 1,8 juta, melampaui target yang ditetapkan pemerintah daerah.
Baca Juga: Haru dan Antusias, Orang Tua di Jember yang Rela Libur Kerja demi Temani Hari Pertama Anak Sekolah
Capaian tersebut menunjukkan daya tarik destinasi wisata di Jember cukup besar. Namun, peningkatan jumlah wisatawan dinilai masih perlu diiringi dengan strategi agar memberikan dampak lebih besar terhadap peningkatan PAD dan kesejahteraan masyarakat.
Dosen Manajemen Ekonomi Unmuh Jember, Dr Haris Hermawan, mengatakan potensi wisata tidak cukup hanya dilihat dari banyaknya pengunjung.
Menurutnya, destinasi wisata harus dikembangkan sebagai sebuah ekosistem ekonomi yang melibatkan pelaku UMKM, sektor kuliner, transportasi, industri kreatif, hingga jasa lainnya.
"Kalau seluruh rantai ekonomi ikut bergerak, maka nilai tambah yang dihasilkan juga semakin besar dan berdampak pada penerimaan daerah," ujarnya.
Menurut Haris, penguatan infrastruktur menjadi salah satu kunci agar sektor wisata mampu berkembang lebih cepat.
Akses jalan menuju destinasi, fasilitas umum yang memadai, petunjuk arah, hingga layanan digital seperti pemesanan tiket secara daring akan meningkatkan kenyamanan wisatawan.
"Semakin baik pengalaman wisatawan, semakin besar peluang mereka kembali berkunjung dan membelanjakan uangnya di Jember," katanya.
Selain wisata alam dan budaya, Haris menilai pengembangan sport tourism juga layak menjadi prioritas pemerintah daerah.
Event olahraga, baik tingkat regional maupun nasional, dinilai memiliki efek berganda terhadap perekonomian karena mampu meningkatkan tingkat hunian hotel, konsumsi masyarakat, penggunaan transportasi, hingga promosi daerah secara luas.
Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah memiliki kalender event olahraga yang tersusun secara rutin setiap tahun.
Menurutnya, penyelenggaraan kejuaraan harus didukung venue yang memadai, manajemen profesional, serta dipadukan dengan promosi destinasi wisata dan produk unggulan daerah.
"Event olahraga jangan berdiri sendiri, tetapi harus menjadi pintu masuk untuk mengenalkan potensi wisata Jember kepada peserta maupun penonton dari luar daerah," jelasnya.
Haris juga menilai fasilitas olahraga milik pemerintah memiliki potensi menjadi sumber pendapatan apabila dikelola secara profesional.
Pemanfaatan venue melalui penyewaan untuk kompetisi, kegiatan komunitas, maupun kerja sama dengan sponsor dapat menjadi sumber pemasukan baru sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi di sekitar kawasan olahraga.
Baca Juga: Hari Pertama Masuk Sekolah, SDN Kebonsari 04 Jember Gaungkan Deklarasi Sekolah Aman Bebas Bullying
Menurutnya, peningkatan PAD dari sektor wisata tidak cukup dilakukan dengan menaikkan retribusi. Pemerintah justru perlu memperkuat tata kelola destinasi, membuka peluang investasi, serta membangun kolaborasi dengan pelaku usaha dan masyarakat.
"Ketika wisata dan sport tourism berkembang secara berkelanjutan, manfaatnya tidak hanya meningkatkan PAD, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, menggerakkan UMKM, dan memperkuat ekonomi lokal," pungkasnya. (dhi/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh