Radar Jember – Perbaikan infrastruktur di jalur selatan terus dikebut. Kerusakan plengsengan di ruas Jalan Nasional Jember–Banyuwangi, tepatnya di sekitar kawasan Dam Sola, Dusun Dam Sola, Desa Tegalrejo, Kecamatan Mayang, yang ambrol sekitar tiga bulan lalu kini sudah mendekati tahap rampung.
Saat ini, proyek tersebut sedang dalam proses penyelesaian akhir atau finishing.
Infrastruktur penahan jalan yang berada di sisi utara jalan nasional tersebut sebelumnya dilaporkan ambrol pada Sabtu (28/3) silam.
Kerusakan parah tersebut dipicu oleh tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Mayang dan sekitarnya selama beberapa bulan berturut-turut, membuat tanah di bawahnya labil hingga longsor.
Sesaat setelah kejadian, petugas langsung melakukan penanganan darurat. Lokasi ambrolnya plengsengan sempat dipasangi sesek berupa anyaman bambu yang diperkuat dengan tumpukan karung berisi pasir.
Langkah itu diambil guna menahan laju pengikisan tanah agar kerusakan tidak semakin meluas ke badan jalan.
Kendati demikian, ambrolnya plengsengan di jalur utama jurusan Jember–Banyuwangi ini sempat membuat para pengguna jalan waswas.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Jember Rasa Taruna Nusantara: Bukti Sahih Mesranya Hubungan Pemkab dan Pusat
Pengendara yang melintas dituntut untuk ekstra hati-hati karena volume kendaraan di jalur ini tergolong sangat padat, terlebih sering dilalui oleh kendaraan bertonase besar seperti bus dan truk logistik.
Guna mengantisipasi terjadinya kecelakaan, petugas dari Dinas PU Bina Marga bersama Polsek Mayang sebelumnya juga telah memasang rambu-rambu peringatan di sekitar lokasi kejadian.
Setelah sempat menunggu, proyek perbaikan permanen akhirnya mulai direalisasikan sejak dua pekan lalu. Berdasarkan pantauan di lapangan, satu unit alat berat jenis ekskavator (backhoe) milik pelaksana proyek masih disiagakan di lokasi untuk membantu pengerjaan fisik.
Bayu, selaku pengawas proyek, mengonfirmasi bahwa proses pembangunan kembali plengsengan yang ambrol ini sudah berjalan kurang lebih selama dua minggu terakhir. Ia membeberkan secara detail spesifikasi bangunan penahan tersebut demi memastikan keamanan konstruksi ke depan.
"Untuk panjang pemasangan plengsengan ini mencapai 23 meter. Sementara untuk tingginya, dihitung dari kedalaman fondasi paling bawah hingga ke bagian paling atas, totalnya mencapai 5,6 meter," urai Bayu saat ditemui di lokasi proyek.
Ia optimistis proyek ini akan segera tuntas dalam waktu dekat karena struktur utama bangunan sudah berdiri kokoh. "Sekarang strukturnya sudah selesai semua. Progresnya tinggal menyisakan proses finishing saja," pungkas Bayu. (jum/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh