Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

TPA Pakusari Jember Diamuk Jago Merah! Kepala BPBD Edy Budi Tegaskan Ini Sinyal Awal Ancaman Karhutla yang Lebih Besar

Sidkin • Selasa, 7 Juli 2026 | 07:00 WIB
WASPADA: Petugas melakukan pemadaman kebakaran lahan sampah di TPA Pakusari, Sabtu (4/7). (BPBD JEMBER)
WASPADA: Petugas melakukan pemadaman kebakaran lahan sampah di TPA Pakusari, Sabtu (4/7). (BPBD JEMBER)

Radar Jember – Kebakaran yang melanda area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pakusari, Desa Sumberpinang, Sabtu (4/7) lalu, bukan sekadar insiden sampah terbakar.

Peristiwa yang menghanguskan 500 meter persegi lahan tersebut menjadi alarm keras bagi masyarakat Jember akan tibanya ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah puncak musim kemarau.

Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, menegaskan bahwa insiden di Pakusari adalah prototipe dari ancaman yang lebih besar.

Baca Juga: Bukan Kurangi Porsi Makan! Dokter RSU Unmuh Jember Bongkar Cara Diet Ibu Hamil yang Benar Tanpa Bikin Janin Kelaparan

"Ini sinyal awal. Cuaca panas ekstrem yang disertai angin kencang menjadi katalisator bagi titik api sekecil apa pun untuk membesar dalam hitungan menit," ujarnya.

BPBD Jember kini telah meningkatkan status kewaspadaan. Berdasarkan histori kejadian tahun 2024, BPBD memetakan beberapa wilayah sebagai zona merah Karhutla.

Wilayah seperti Kecamatan Tempurejo, Wuluhan, hingga Ambulu mendapatkan atensi khusus. Bukan tanpa alasan, karakteristik lahan terbuka dan vegetasi kering yang luas di kawasan tersebut membuat api sangat mudah menjalar.

Catatan Radar Jember menunjukkan, pada 2024, kawasan hutan lindung seperti Gunung Watangan serta petak 64Q di RPH Grintingan, Wuluhan, sempat menjadi korban amukan api. Belajar dari kasus tersebut, BPBD kini menggeser strategi dari responsif ke preventif.

Baca Juga: Ikan Lagi Sepi, Nelayan Puger Jember Nekat Sulap Jukung Jadi Perahu Wisata, Omzetnya Malah Bikin Kaget

"Pemadaman saat api sudah membesar adalah pilihan terakhir yang sangat mahal dan berisiko tinggi. Pencegahan adalah kunci," tambah Edy.

Ia menekankan pentingnya peran masyarakat dalam deteksi dini. BPBD meminta warga segera melapor jika melihat asap atau api, sebelum musibah tersebut meluas ke kawasan hutan lindung yang notabene menjadi paru-paru daerah. (kin/dwi)

Editor : Imron Hidayatullahh
#BPBD Jember #TPA Pakusari #Jember #karhutla #Kebakaran