Radar Jember – Berjalan di tengah kebun kopi, memetik buah yang sudah merah, menyaksikan getah karet menetes dari batang pohon, lalu mengikuti prosesnya hingga menjadi produk siap jual.
Pengalaman seperti itu yang tengah disiapkan PDP Kahyangan Jember melalui konsep eduwisata. Tak lagi sekadar menikmati panorama perkebunan, pengunjung diajak memahami perjalanan panjang komoditas dari hulu hingga hilir.
Konsep tersebut menjadi pengembangan dari agrowisata yang selama ini telah berjalan. Nantinya, setiap pengunjung tidak hanya menikmati hamparan kebun dan udara sejuk pegunungan, tetapi juga terlibat langsung dalam aktivitas perkebunan.
Mulai memanen kopi, menyadap karet, mengunjungi pabrik pengolahan, hingga melihat bagaimana biji kopi diolah menjadi green bean dan getah karet diproses sebelum dipasarkan.
Direktur Produksi, Pemasaran, dan Pengembangan PDP Kahyangan Jember Nyoman Aribowo mengatakan, konsep baru itu diharapkan memberi pengalaman belajar yang sulit ditemukan di tempat lain.
Sasarannya bukan hanya wisatawan, tetapi juga pelajar dan mahasiswa yang ingin mengenal dunia perkebunan secara langsung. "Jadi nanti tidak hanya agrowisata, tapi eduwisata. Anak-anak sekolah nanti juga kami harapkan bisa belajar sambil berwisata di sini," ujarnya.
Menurut Nyoman, kopi dan karet dipilih karena merupakan komoditas utama PDP Kahyangan. Karena itu, seluruh rantai produksinya akan diperlihatkan kepada pengunjung. Mereka bisa melihat bagaimana kualitas kopi dibentuk sejak di kebun hingga proses pengolahannya di pabrik.
"Kami tidak hanya jual green bean. Ke depan sektor hilirnya juga akan kami kembangkan menjadi produk olahan kopi specialty yang punya keunggulan rasa," katanya.
Konsep belajar sambil berwisata itu sudah mulai dirasakan para mahasiswa. Seperti para mahasiswa magang asal Politeknik Negeri Banyuwangi.
Salah satunya Nurul Andarianti. Selama berada di kebun, ia tidak hanya melihat proses budidaya, tetapi juga ikut memanen kopi, menyadap karet, hingga berkeliling ke pabrik untuk menyaksikan pengolahan kedua komoditas tersebut secara langsung.
Pengalaman itu menjadi kesan tersendiri baginya karena baru pertama kali terjun langsung ke kebun kopi dan karet.
"Seru banget. Ini pengalaman pertama bagi kami. Saya baru pertama kali turun langsung ke kebun kopi, melihat prosesnya secara langsung dan melakukannya," ungkap Nurul. (kin/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh