Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

7 Kepala Daerah Kompak Geruduk Kampus Unej Jember Hari Ini, Ternyata Ada Agenda Rahasia Besar, Siapa Saja?

Dwi Siswanto • Jumat, 3 Juli 2026 | 08:00 WIB
SAMPAIKAN INFORMASI: Warek IV Unej Fendi Setyawan didampingi Ketua KAUJE FEST Abdul Kholik menyampaikan kegiatan sarasehan yang dihadiri sejumlah kepala daerah. (DWI SISWANTO/RADAR JEMBER)
SAMPAIKAN INFORMASI: Warek IV Unej Fendi Setyawan didampingi Ketua KAUJE FEST Abdul Kholik menyampaikan kegiatan sarasehan yang dihadiri sejumlah kepala daerah. (DWI SISWANTO/RADAR JEMBER)

Radar Jember - Hubungan kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah yang ideal dinilai kian krusial bagi masa depan pembangunan nasional.

Membedah dinamika tersebut, Keluarga Alumni Universitas Jember (KAUJE) siap mempertemukan para akademisi, pengamat, hingga kepala daerah dalam forum Sarasehan Nasional bertema Akselerasi Membangun Indonesia dari Daerah: Menakar Sinergi Pusat dan Daerah untuk Kemajuan Bangsa.

Forum intelektual ini dijadwalkan berlangsung pada hari ini Jumat (3/6), di Auditorium Soedjarwo Unej.

Wakil Rektor IV Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Jember, Fendi Setyawan, mengungkapkan bahwa penekanan sudut pandang pembangunan dari daerah sengaja diangkat karena relevan dengan tren tata kelola pemerintahan saat ini. 

Baca Juga: Gak Bisa Langsung Berangkat! Kemenhaj Jember Bongkar Aturan Ketat dan PR Besar Bagi Calon Jemaah Haji 2027" (102 Karakter) "Berkaca dari Korban Gagal B

“Tema ini diambil karena sedang tren melihat fenomena saat ini,” ucapnya.

Menurutnya, selama ini pola pembangunan nasional cenderung searah dari atas ke bawah.

Melalui sarasehan ini, pihak kampus dan Kauje ingin memantik dan memberikan kontribusi pemikiran yang segar serta sangat berhubungan dengan riak perkembangan yang sedang dihadapi oleh tiap-tiap daerah.

“Pada akhir diskusi nanti, seluruh gagasan yang bergulir akan dirumuskan menjadi sebuah rekomendasi resmi,” terangnya.

Diskusi strategis ini nantinya akan dipandu oleh Ketua PWI Jawa Timur, Luthfi Hakim, yang bertindak sebagai moderator.

jemberBaca Juga: Jangan Sampai Kehabisan! Pasukan Khusus PMI Jember Mulai Siagakan Armada Tempur Ini Demi Hadapi Krisis Air Bersih

Jalannya sarasehan akan mengupas pemikiran dari tiga pembicara utama, yakni peneliti senior Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Siti Zuhro, Dirjen Percepatan Pembangunan Daerah Kemendes PDT Samsul Widodo, serta ekonom Universitas Jember Aditya Wardhana.

Formulasi gagasan tersebut dipastikan kian tajam karena melibatkan perspektif langsung para praktisi pemerintahan di tingkat daerah.

Sebanyak tujuh kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia dijadwalkan hadir untuk memberikan tanggapan konkret.

Mereka adalah Bupati Jember Muhammad Fawait, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, Bupati Lumajang Indah Amperawati, Bupati Madiun Hari Wuryanto, Bupati Ngada Nusa Tenggara Timur Raymundus Bena, Walikota Pasuruan Adi Wibowo, dan Bupati Mentawai Rinto Wardana.

Seluruh panelis, moderator, hingga penanggap dalam forum ini juga disatukan oleh latar belakang yang sama sebagai alumni Kampus Tegalboto.

Baca Juga: Tak Tanggung-Tanggung! DPRD Jember Ketuk Palu 5 Aturan Baru Sekaligus, Ternyata Ini Isinya yang Bikin Heboh!

Di sisi lain, Sarasehan Nasional ini sekaligus menjadi penanda dibukanya festival alumni terbesar Universitas Jember, KAUJE FEST 2026, yang bergulir hingga 3-5 Juli.

Ketua Panitia KAUJE FEST, Abdul Kholik, memaparkan bahwa sarasehan ini menjadi pembuka dari rangkaian tiga agenda utama festival yang dirancang sebagai ruang temu, kolaborasi, sekaligus ruang pengabdian alumni bagi bangsa.

Usai pemikiran daerah dibedah pada hari Jumat, kemeriahan festival akan berlanjut pada akhir pekan melalui kegiatan olahraga yakni Jalan Gembira Nasional (JGN) III pada hari Sabtu (4/6), serta KAUJE RUN, Minggu (5/6). (dwi)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #PWI Jatim #UNEJ #KAUJE