Radar Jember – Semangat belajar jurnalistik ditunjukkan anggota ekstrakurikuler majalah Eksis Menulis Ala Santri (Elmash) MA Nurul Qarnain.
Sebanyak 18 santri mengunjungi kantor Jawa Pos Radar Jember untuk mempelajari proses produksi berita langsung dari ruang redaksi.
Harapannya, karya jurnalistik yang dihasilkan tidak hanya memenuhi kebutuhan majalah sekolah, tetapi juga mampu bersaing dengan media arus utama.
Pembina Elmash Wida Nuri Ahdiyati mengatakan, kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan anggota dalam menulis berita, fotografi, hingga produksi video.
Menurutnya, selama ini sekolah rutin menerbitkan empat edisi majalah setiap tahun sehingga dibutuhkan bekal jurnalistik yang lebih mendalam.
"Anak-anak ingin belajar bagaimana menulis berita yang menarik, mengambil foto dan video yang baik, bahkan kalau bisa mampu bersaing dengan media mainstream," ujarnya.
Tak hanya menerbitkan majalah, MA Nurul Qarnain juga memiliki media berbasis website. Namun, pemanfaatannya dinilai masih belum optimal.
Karena itu, para anggota Elmash diharapkan mampu menghidupkan media digital sekolah dengan menghadirkan liputan kegiatan sekolah melalui sudut pandang yang lebih menarik dan humanis.
"Harapannya setiap kegiatan di sekolah tidak hanya menjadi dokumentasi, tetapi bisa diolah menjadi berita yang layak dibaca masyarakat," imbuh Wida.
Sementara itu Kepala MA Nurul Qarnain H. Imam Syafii menambahkan, pengalaman belajar langsung di kantor media memberikan wawasan yang tidak bisa diperoleh hanya dari ruang kelas.
Para santri dapat melihat proses kerja jurnalistik mulai dari peliputan, penulisan, penyuntingan, hingga penyajian berita dalam berbagai platform.
"Ilmu yang diperoleh tidak berhenti untuk kebutuhan sekolah saja. Kami berharap ini menjadi bekal bagi siswa, baik sebagai citizen journalist maupun ketika nantinya terjun ke dunia kerja yang membutuhkan kemampuan komunikasi dan literasi digital," katanya.
Melalui kunjungan tersebut, para santri juga diajak mengenal proses kerja redaksi. Selain itu juga produksi konten digital, hingga pentingnya menjaga akurasi, dan etika jurnalistik dalam setiap karya yang dipublikasikan. (yul/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh