Radar Jember - Fitria tak berpikir dua kali saat melihat sebuah truk tangki memasuki Dusun Bunder, Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari, kemarin (2/7).
Perempuan itu langsung meninggalkan sawah tempatnya bekerja, bergegas pulang mengambil jeriken, lalu bergabung dengan puluhan warga yang telah mengantre.
Baginya, truk tersebut membawa sesuatu yang kini lebih berharga daripada apa pun: air bersih.
Sudah sekitar dua pekan terakhir, warga di RT 2 dan RT 3 RW 13 Dusun Bunder itu kesulitan memperoleh air bersih. Sedikitnya 125 kepala keluarga (KK) terdampak. Sebagian sumur mengering.
Sementara sumur yang masih mengeluarkan air justru keruh dan berbau sehingga tidak layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Kondisi itu membuat warga harus mencari air ke rumah kerabat, kawasan tambang bata, hingga sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pakusari.
"Tadi di sawah saya melihat ada truk membawa air bersih masuk ke perkampungan, saya langsung pulang dan ambil jeriken. Biasanya setiap hari saya ambil air bersih dari rumah saudara. Kalau ada bantuan seperti ini tambah enak, saya tidak perlu jauh-jauh mengambil air," tutur Fitria, warga setempat.
Keluhan serupa juga disampaikan Nurul Hayati. Menurutnya, sejak dua pekan terakhir warga harus memutar otak agar kebutuhan air minum dan memasak tetap terpenuhi.
"Setiap pagi dan sore selama dua minggu warga mencari air bersih. Beberapa sumur kering. Ada juga yang mengeluarkan bau sehingga warga takut mengonsumsinya," ungkapnya.
Melihat kondisi tersebut, PMI Jember bersama BPBD turun tangan menyalurkan bantuan air bersih. Sebanyak 10 ribu liter air didistribusikan kepada warga.
Relawan tidak hanya mengisi jeriken yang dibawa warga, tetapi juga mengisi tiga tandon berkapasitas 1.200 liter yang ditempatkan di lingkungan permukiman agar dapat dimanfaatkan bersama.
Sekretaris PMI Jember Ghufron Eviyan Effendi mengatakan, bantuan diberikan setelah hasil asesmen menunjukkan kekeringan mulai mengganggu kebutuhan dasar masyarakat.
Kedalaman sumur warga yang mencapai sekitar 16 meter kini sudah menghasilkan air keruh. Sebagian warga bahkan harus mencari sumber air dengan jarak yang cukup jauh.
"Sebelumnya kami lakukan asesmen. Hasilnya kami tindak lanjuti dengan mengerahkan armada truk tangki air bersih berkapasitas lima ribu liter untuk membantu meringankan beban warga," jelasnya.
Ghufron menambahkan, pihaknya akan terus mendistribusikan air bersih setiap dua hari sekali kepada warga terdampak. Sementara ini distribusi baru dilaksanakan di Desa Sumberpinang.
Nantinya, sebagai bentuk komitmen bersama BPBD, distribusi akan terus dilakukan selama musim kemarau masih berlangsung. (kin/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh