Radar Jember - Seluruh rombongan musim haji tahun ini asal Kota Suwar-Suwir sudah kembali ke kampung halaman.
Namun, pekerjaan rumah penyelenggara belum benar-benar selesai, sejumlah catatan selama operasional haji tahun ini kini menjadi bahan evaluasi sekaligus pijakan untuk menyiapkan pemberangkatan musim haji 2027.
Persiapan itu akan diawali dengan mitigasi terhadap calon jemaah yang diperkirakan berangkat pada 2027.
Baca Juga: Unik, Pulang Haji Jamaah Asal Lumajang Bawa Boneka Unta Ternyata Demi Sang Buah Hati
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung mulai akhir Juli hingga awal Agustus mendatang, agar calon jemaah memiliki waktu lebih panjang untuk memenuhi berbagai persyaratan sebelum memasuki tahapan pelunasan biaya haji.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jember, Nur Sholeh mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memperbaiki kualitas penyelenggaraan ibadah haji berdasarkan pengalaman tahun ini.
"Insyaallah mulai akhir Juli atau awal Agustus kami mulai melakukan mitigasi terhadap calon jemaah yang diperkirakan berangkat tahun 2027," ujarnya.
Mitigasi yang dimaksud tidak hanya berupa sosialisasi pelaksanaan ibadah. Pemeriksaan kesehatan, kesiapan administrasi, hingga pendampingan proses pelunasan biaya haji juga akan menjadi fokus. Harapannya, seluruh calon jemaah sudah siap ketika tahapan pemberangkatan mulai berjalan.
Baca Juga: Update Kedatangan Haji di Lumajang: Ada Empat Orang Masih Dirawat
Evaluasi musim haji 2026 menunjukkan persoalan kesehatan masih menjadi perhatian serius. Ada calon jemaah yang batal berangkat meski sudah tiba di Embarkasi Surabaya karena dinyatakan tidak memenuhi syarat kesehatan.
Di Tanah Suci, beberapa jemaah juga harus mendapatkan perawatan akibat penyakit yang dideritanya.
"Karena itu kami berharap calon jemaah yang memiliki riwayat penyakit dapat memeriksakan diri dan menjalani pengobatan sejak dini. Semakin awal dipersiapkan, peluang memenuhi syarat istitaah kesehatan juga semakin besar," katanya.
Selain kesehatan, kesiapan biaya pelunasan juga diingatkan sejak sekarang. Menurut Nur Sholeh, perencanaan keuangan yang lebih matang akan membantu calon jemaah menghindari kendala ketika masa pelunasan dibuka oleh pemerintah.
Di saat bersamaan, Kemenhaj Jember juga akan menggelar evaluasi bersama berbagai pihak terhadap seluruh rangkaian penyelenggaraan haji 2026.
Mulai dari pelayanan di daerah, proses pemberangkatan, pelayanan selama di Arab Saudi, hingga pemulangan jemaah. Sementara kuota haji 2027 masih menunggu keputusan pemerintah pusat.
Baca Juga: KPK Percepat Penanganan Kasus Kuota Haji, Pembantaran Yaqut Tak Hambat Proses Hukum
“Sebagai gambaran, sebanyak 2.958 jemaah asal Kabupaten Jember diberangkatkan ke Tanah Suci pada musim haji 2026,” pungkasnya. (dhi/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh