WONOJATI, Radar Jember - Belum begitu lama warung dibobol maling. Pelaku yang masuk dengan cara merusak dinding anyaman dari bambu milik Bu Akbar, warga Dusun Krajan, Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah yang ada di Dusun Bringinlawang, Wonojati, Jenggawah.
Kini kasus serupa pemilik warung kehilangan uang hasil penjualan sehari.
Yayuk, 55, warga Dusun Bringinlawang membuka warung di pinggir jalan raya jurusan Jenggawah - Tempurejo, tepatnya di Dusun Wetan Gunung, Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah.
Korban kehilangan uang hasil penjualan dalam sehari, uang sebesar Rp. 300 ribu lebih adalah besar. Yang tersisa didalam kotak meja untuk berjualan tersisa 100 ribuan, kata Yayuk.
Baca Juga: BIKIN GEGER Lumajang: Kasus Perundungan dan Dianiaya Teman Sekelas gara-gara Sampah
Seharian itu kebetulan yang membeli lumayan rame, di warungnya korban berjualan nasi lalapan, soto dan minuman lainnya.
"Sorenya ada dua anak yang membeli kopi, tetapi saat itu agak lama di warung hingga sore. Suami saya menyuruh untuk mandi dulu, tetapi pikiran kok gak enak. Kebetulan saya di warung seharian karena suami ada di dalam, dua orang yang awalnya ngopi langsung pamit dan membayar dengan uang pas,” kata korban.
Seharian itu kisaran uang hasil berjualan ada sekitar Ro. 415 ribua. Ternyata setelah dilihat, uang dalam kotak rombong saat itu hanya tinggal Rp. 115 ribu saja.
"Saya panggil suami hingga datang, tetapi saya sudah lemas. Karena uang sebesar ukuran besar. Karena uang yang hilang itu rencananya paginya untuk belanja kepasar. "Apakah pelaku ambil uang saat saya masuk rumah, karena kotak yang berisi uang saat itu dekat dengan kursi yang ada di warung," ucapnya.
Setelah kejadian, akhirnya korban merubah letak posisi meja. Yang awalnya menggunakan rombong dirubah menggunakan etalase.
Korban bukan hanya sekali jadi korban, sebelumnya saat korban berjualan di rumahnya sendiri pernah kehilangan HP yang ada di meja warungnya.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember dengan kejadian ini korban akhirnya memasang kamera CCTV di sekitar warungnya. Terlihat meja dan etalase sudah diganti. Sebelumnya korban menggunakan rombong. (jum/nur)
Editor : M. Ainul Budi