Radar Jember – Tabuhan hadrah menggema sesaat setelah Misnadi dan istrinya turun dari kendaraan yang mengantarkan mereka ke rumahnya di Kecamatan Kaliwates.
Pelukan keluarga, senyum haru, dan ucap syukur menjadi penawar rindu setelah lebih dari sebulan menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.
Momen serupa juga dirasakan ribuan jemaah haji asal Jember yang hampir seluruhnya telah kembali ke kampung halaman.
Seperti diketahui, rangkaian kepulangan jemaah haji asal Jember berlangsung bertahap sejak 24 Juni lalu.
Baca Juga: KPK Percepat Penanganan Kasus Kuota Haji, Pembantaran Yaqut Tak Hambat Proses Hukum
Kloter 90 dan 91 menjadi rombongan yang lebih dulu tiba pada Rabu malam (24/6). Kemudian disusul kloter-kloter berikutnya hingga penutupan kedatangan Kloter 97 dan 98 pada hari ini (27/6).
Misnadi, jemaah haji mandiri yang tergabung dalam Kloter 91, mengatakan rombongannya mendarat di Bandara Internasional Juanda Surabaya sekitar pukul 19.50.
Setelah menjalani proses kedatangan, seluruh jemaah diarahkan menuju Asrama Haji Surabaya sebelum melanjutkan perjalanan ke Jember pada keesokan harinya.
Sesampainya di rumah, Misnadi bersama sang istri langsung disambut keluarga besar dan para tetangga.
Lantunan hadrah mengiringi penyambutan sebagai ungkapan syukur atas kepulangan mereka dalam keadaan sehat setelah menuntaskan rangkaian ibadah haji.
Selama berada di Tanah Suci, Misnadi mengaku tidak mengalami kendala kesehatan. Kondisi fisik yang tetap terjaga membuatnya mampu memaksimalkan waktu beribadah.
Bahkan, ia berhasil menunaikan umrah sebanyak 23 kali, terdiri atas satu umrah wajib dan 22 umrah sunnah. "22 umrah sunnah dan satu umrah wajib," ucap Kepala SMPN 1 Tempurejo itu.
Jarak hotel menuju Masjidil Haram yang cukup jauh tidak mengurangi semangatnya. Ia justru memilih melaksanakan umrah pada siang hari karena suasana relatif lebih lengang dibanding malam hari.
"Saya melaksanakan umrah pasti ambil jam siang karena tidak begitu ramai dan bisa lebih dekat dengan Kakbah," katanya.
Baca Juga: Satu Jemaah Haji Bondowoso Wafat di Tanah Suci, Ratusan Lainnya Sudah Kembali ke Bumi Ki Ronggo
Cuaca yang berkisar 40 hingga lebih dari 50 derajat Celsius juga bukan hambatan baginya. Menurut Misnadi, niat yang sudah dimantapkan sejak berangkat menjadi modal utama menjalani setiap rangkaian ibadah.
Ia juga meyakini kelancaran ibadahnya merupakan buah dari doa orang tua, guru, alim ulama, dan keluarga di kampung halaman.
"Ini juga berkat doa orang tua, guru, para alim ulama, dan keluarga di rumah selama kami melaksanakan ibadah haji," tuturnya.
Baca Juga: Gaji UMR tapi Ingin Naik Haji? No Worries, Ini Cara Nabungnya
Meski usianya tak lagi muda, Misnadi tetap menjaga kebugaran selama berada di Makkah. Setiap pagi ia menyempatkan diri berlari ringan di sekitar hotel.
Kebiasaan itu, menurutnya, membantu menjaga stamina sehingga seluruh rangkaian ibadah dapat dijalani dengan lancar hingga akhirnya kembali ke Jember dalam kondisi sehat. (dhi/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh