Radar Jember – Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah tidak hanya berdampak pada sektor usaha, tapi juga pelayanan publik.
Salah satunya di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Tempurejo yang sempat mengalami gangguan pelayanan akibat listrik padam berulang pada kemarin (26/6).
Sejumlah warga yang datang untuk mengurus surat keterangan kehilangan maupun Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) terpaksa menunggu. Bahkan sebagian harus pulang karena pelayanan administrasi tidak dapat dilanjutkan.
Saat itu, petugas piket tidak menduga akan terjadi pemadaman listrik. Gangguan pertama terjadi ketika petugas tengah memproses laporan kehilangan kartu keluarga (KK) dan kartu tanda penduduk (KTP) milik seorang warga.
Tak lama berselang, dua warga lainnya datang untuk mengurus SKCK, namun pelayanan kembali terhenti karena listrik padam.
Akibatnya, petugas meminta warga datang kembali setelah aliran listrik kembali normal. Beberapa warga yang hendak mengurus surat keterangan kehilangan juga tidak dapat dilayani karena komputer yang digunakan untuk membuat dokumen tidak bisa dioperasikan.
Selama pelayanan berlangsung, listrik tercatat padam dan menyala kembali hingga lima kali. Kondisi tersebut membuat proses administrasi tidak dapat berjalan secara maksimal.
"Kalau sudah berkali-kali padam seperti ini biasanya akan berlangsung cukup lama," ujar Aipda Didit Harianto, anggota Polsek Tempurejo.
Menurut Didit, pihaknya juga merasa kasihan kepada masyarakat yang datang dari lokasi cukup jauh hanya untuk mengurus surat kehilangan atau SKCK.
"Kasihan juga warga yang datang jauh-jauh hanya untuk meminta surat keterangan kehilangan atau mengurus SKCK, tetapi harus pulang lagi. Kalau rumahnya dekat mungkin tidak masalah, tetapi kalau dari desa yang jauh tentu merepotkan," katanya.
Salah seorang warga, Siti Kholifah, 32, warga Dusun Kauman, Desa Tempurejo, mengaku sudah dua kali mendatangi Polsek Tempurejo untuk mengantar ayahnya mengurus administrasi.
Namun, kedua kalinya pelayanan belum dapat dilakukan karena listrik masih padam.
"Tadi pagi sudah datang. Saat petugas mulai mengetik surat, listrik tiba-tiba padam. Saya datang lagi sekitar pukul 10.30, ternyata listrik masih belum normal," ujarnya.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember di ruang SPKT menunjukkan masih ada beberapa warga yang datang untuk mengurus SKCK maupun surat keterangan kehilangan kartu ATM.
Namun, karena listrik kembali padam, mereka memilih pulang dan menunggu hingga pelayanan kembali normal. (jum/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh