Radar Jember – Kebutuhan tenaga bidan di Jember masih menjadi pekerjaan rumah.
Di tengah rasio bidan yang belum ideal, dukungan terhadap proses pendidikan calon bidan dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan pelayanan kesehatan ibu dan anak hingga tingkat desa.
Salah satu melalui kebijakan pembebasan biaya praktik mahasiswa kebidanan di puskesmas.
Dengan adanya surat edaran dari pemerintah daerah tersebut, mahasiswa yang menjalani praktik lapangan tidak lagi dikenai pungutan.
Ketua Program Studi Kebidanan Program Sarjana dan Profesi Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas dr. Soebandi (UDS) Rizki Fitrianingtyas mengatakan, pengalaman praktik di fasilitas kesehatan primer merupakan bagian penting dalam membentuk kompetensi calon bidan.
Menurut dia, kualitas pelayanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh jumlah tenaga yang tersedia.
Pemerataan dan kesiapan sumber daya manusia juga menjadi faktor penting, terutama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah.
“Praktik di puskesmas menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memahami kondisi masyarakat secara langsung, sekaligus mengasah keterampilan yang nantinya dibutuhkan saat bertugas,” ujarnya.
Ia menilai, kebijakan pembebasan biaya praktik tersebut dapat memperluas kesempatan mahasiswa memperoleh pengalaman lapangan.
Dengan begitu, mereka dapat lebih fokus pada proses pembelajaran tanpa terbebani biaya tambahan selama menjalani praktik.
Apalagi, bidan memiliki peran strategis sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan.
Mereka mendampingi masyarakat mulai masa kehamilan, persalinan, nifas, pelayanan keluarga berencana, hingga pemantauan tumbuh kembang anak.
“Kolaborasi antara pemerintah daerah, institusi pendidikan, dan fasilitas pelayanan kesehatan sangat diperlukan untuk menyiapkan lulusan yang kompeten dan siap mengabdi,” katanya.
Dia berharap semakin banyak putra-putri daerah memilih profesi bidan. “Kami berharap semakin banyak putra-putri daerah Jember memilih profesi bidan karena memahami karakteristik masyarakat setempat dan memiliki potensi besar untuk kembali mengabdi di daerahnya,” tandasnya. (dhi/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh