Radar Jember – Pendidikan anak usia dini tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah. Di tengah kesibukan orang tua, masih ada anggapan bahwa kelompok bermain (KB) maupun taman kanak-kanak (TK) menjadi tempat menitipkan anak selama orang tua bekerja.
Padahal, proses pembentukan karakter, kebiasaan, hingga perkembangan sosial dan emosional anak membutuhkan keterlibatan bersama antara keluarga dan sekolah.
Karena itu, kolaborasi antara orang tua dan guru menjadi faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Sekolah memang menjadi tempat belajar, tetapi peran pengasuhan utama tetap tidak bisa dilepaskan dari keluarga. Sebab, sebagian besar waktu anak masih dihabiskan bersama orang tua di rumah.
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember Arief Tjahjono mengingatkan agar masyarakat tidak memandang lembaga pendidikan, khususnya PAUD dan TK, sebagai tempat penitipan anak.
Menurutnya, sekolah harus diposisikan sebagai mitra keluarga dalam mendampingi proses tumbuh kembang anak.
“Jangan pernah dijadikan tempat belajar anak-anak baik itu PAUD, TK, SD dan sebagainya sebagai tempat penitipan. Tetapi jadikanlah tempat belajar anak-anak ini sebagai tempat pengasuhan bersama,” tegasnya di hadapan para guru dan orangtua siswa TK, Rabu (24/6).
Arief menilai pola pikir yang menganggap sekolah sebagai tempat penitipan anak mulai berkembang di sejumlah daerah melalui tren sekolah sehari penuh atau full day school.
Menurutnya, tanggung jawab pendidikan dan pengasuhan tidak dapat sepenuhnya dialihkan kepada lembaga pendidikan.
Terlebih pada usia dini, hubungan antara anak, orang tua, dan guru masih sangat dekat sehingga membutuhkan komunikasi dan keterlibatan yang intensif dari kedua belah pihak.
Dia juga mengingatkan pentingnya curahan kasih sayang dari keluarga sejak dini. Anak yang tumbuh dengan perhatian dan pendampingan yang cukup akan memiliki fondasi yang lebih kuat. Ia meminta orang tua tetap menjadi figur utama dalam pengasuhan sekalipun anak telah bersekolah.
“Curahkan kasih sayang, cinta kasih bapak ibu kepada anak-anak semaksimal mungkin. Sehingga nantinya anak-anak ini tidak mencari kasih sayang dan cinta di luar,” pesannya.
Sementara itu, Ketua IGTKI Jember Endang Suprihatin mengatakan pesan tersebut sejalan dengan konsep pengasuhan bersama yang selama ini diterapkan di PAUD.
Kebiasaan baik yang diajarkan guru di sekolah perlu dilanjutkan oleh orang tua di rumah agar perkembangan anak berlangsung secara berkesinambungan.
“Tidak bisa diserahkan 100 persen kepada guru. Karena waktunya itu lebih banyak bersama orang tua. Jadi memang harus diasuh bersama,” pungkasnya. (kin/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh