Radar Jember - Perkembangan bangunan di kawasan perkotaan perlu dibarengi dengan sistem penunjang yang memadai.
Tanpa perencanaan yang baik, persoalan genangan air, area yang becek, hingga munculnya bau tidak sedap berpotensi mengganggu kualitas lingkungan dan kenyamanan masyarakat.
Dosen Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember, Senki Desta Galuh, mengatakan persoalan tersebut umumnya dipicu oleh sistem drainase dan sanitasi yang belum berjalan optimal.
Baca Juga: GEGER LAGI! Alihkan Objek Jaminan Fidusia, Debitur di Jember Divonis 1 Tahun 6 Bulan Penjara
Kondisi itu banyak ditemukan pada area yang memiliki intensitas penggunaan air cukup tinggi. “Biasanya sistem drainase dan sanitasi yang belum optimal,” ujarnya.
Menurutnya, salah satu langkah yang harus dilakukan ialah memisahkan saluran air hujan dengan saluran air limbah.
Dengan demikian, potensi pencemaran maupun genangan dapat ditekan sejak awal.
“Drainase harus memisahkan air hujan dan air limbah. Area basah perlu dilengkapi saluran tertutup, kemiringan lantai yang cukup, serta IPAL untuk mengolah limbah. Sistem ini dapat mencegah genangan, bau, dan pencemaran lingkungan,” terangnya.
Selain itu, Ia menegaskan bahwa bangunan di perkotaan seharusnya dirancang dengan memperhatikan aspek keselamatan, kesehatan, dan keberlanjutan lingkungan.
“Bangunan harus memiliki ventilasi yang baik, pencahayaan alami, serta akses yang nyaman bagi semua pengguna. Desain juga perlu memperhatikan aspek keselamatan, kesehatan, kebersihan, dan keberlanjutan lingkungan,” pungkasnya. (dhi/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh