Radar Jember - Suasana duka menyelimuti Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember.
Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Dr. H. Hepni, S.Ag., M.M., CPEM., meninggal dunia pada Jumat dini hari (19/6).
Guru besar kelahiran 3 Februari 1969 itu berpulang pada usia 57 tahun.
Kabar wafatnya Prof Hepni cepat menyebar di kalangan dosen, mahasiswa, alumni, hingga para mitra kampus.
Sejak pagi, ucapan belasungkawa mengalir melalui berbagai grup percakapan dan media sosial.
Banyak yang mengenang almarhum sebagai sosok sederhana dan mudah ditemui oleh siapa pun.
Selama memimpin UIN KHAS Jember, Prof Hepni dikenal aktif mendorong penguatan kualitas akademik dan pengembangan sumber daya manusia.
Namun, di mata banyak sivitas akademika, sosoknya lebih dikenang karena kedekatannya dengan warga kampus dibandingkan jabatan yang disandangnya.
"Beliau tidak pernah menjaga jarak dengan dosen maupun mahasiswa. Kami kehilangan seorang guru sekaligus sosok yang selalu memberikan semangat," ujar Qonita, salah seorang dosen UIN KHAS Jember.
Menurut Qonita, berbagai gagasan yang dibawa almarhum tak semata berorientasi pada capaian institusi.
Prof Hepni juga menaruh perhatian besar pada terciptanya lingkungan akademik yang lebih terbuka dan nyaman bagi seluruh sivitas akademika.
Rasa kehilangan turut dirasakan kalangan mahasiswa, alumni, hingga organisasi kemahasiswaan, khususnya Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).
Semasa hidupnya, Prof Hepni dikenal dekat dengan berbagai elemen mahasiswa dan kerap hadir dalam sejumlah kegiatan kemahasiswaan.
Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Jember, rumah duka di Gang Masjid Baitul Muttaqin, Curah Kendal, Desa Sukamakmur, Kecamatan Ajung, sejak pagi dipadati pelayat.
Jajaran guru besar, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, hingga sejumlah kiai dan tokoh pesantren datang silih berganti untuk memberikan doa dan penghormatan terakhir.
Sosok yang akrab disapa Prof Hepni itu merupakan putra kelahiran Sumenep, Madura, yang mendedikasikan hidupnya di dunia pendidikan.
Pakar Manajemen Pendidikan Islam tersebut pernah mengemban amanah sebagai Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama sebelum akhirnya dilantik Menteri Agama RI sebagai Rektor UIN KHAS Jember.
Kepergiannya tak hanya meninggalkan duka bagi keluarga, tetapi juga bagi UIN KHAS Jember yang kehilangan nahkoda kampus sekaligus seorang guru besar yang telah mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk pendidikan. (dhi)
Editor : M ADHI SURYA