Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Sambut 1 Muharam 1448 H, Rektor UIN KHAS Jember Bongkar Makna Rahasia Hijrah yang Sering Disalahartikan!

M Adhi Surya • Kamis, 18 Juni 2026 | 04:00 WIB
"Nilai persaudaraan, saling percaya, dan kepedulian sosial perlu terus ditanamkan dalam kehidupan akademik maupun kehidupan bermasyarakat.” Prof HEPNI, Rektor UIN KHAS Jember (M. ADHI SURYA/RADAR JEMBER)
"Nilai persaudaraan, saling percaya, dan kepedulian sosial perlu terus ditanamkan dalam kehidupan akademik maupun kehidupan bermasyarakat.” Prof HEPNI, Rektor UIN KHAS Jember (M. ADHI SURYA/RADAR JEMBER)

Radar Jember - Tahun Baru 1 Muharam 1448 Hijriah dinilai bukan sekadar penanda pergantian kalender Islam.

Momentum tersebut menjadi pengingat penting agar masyarakat tidak terjebak dalam sikap saling curiga dan semakin memperkuat kepedulian terhadap sesama di tengah beragam tantangan kehidupan saat ini.

Rektor Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember Prof Hepni mengatakan, makna hijrah yang diwariskan Rasulullah tidak hanya berkaitan dengan perpindahan secara fisik, tetapi juga perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.

Baca Juga: Gus Fawait Rayu Wamen P2MI, Minta Slot Khusus Magang Kerja ke Eropa Bagi Alumni Sekolah Vokasi di Jember!

"Nilai persaudaraan, saling percaya, dan kepedulian sosial perlu terus ditanamkan dalam kehidupan akademik maupun kehidupan bermasyarakat," ujarnya.

Dia menilai, rasa saling percaya menjadi modal yang tak kalah penting dalam menjaga persatuan. Sebab, perbedaan pandangan yang muncul di tengah masyarakat semestinya tidak berubah menjadi sumber perpecahan.

Karena itu, semangat hijrah tetap relevan dengan kondisi saat ini. Terlebih, masyarakat menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai derasnya arus informasi hingga mudahnya muncul prasangka antarkelompok.

Menurut Hepni, keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia justru menjadi kekuatan yang harus dirawat bersama. Dialog dan sikap saling menghormati menjadi kunci agar perbedaan tidak berubah menjadi sekat.

Baca Juga: Ketangguhan Fiskal Pemerintah Hadapi Kenaikan BBM Diuji, Pengamat: Jangan Sampai Mobil Dinas Ikut Rebutan Subsidi Rakyat! - Radar Jember

Dia mengatakan, pesan Menteri Agama RI Nasaruddin Umar mengenai hijrah dari sikap saling curiga menuju saling percaya sejalan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Kehidupan yang harmonis, kata dia, hanya dapat terbangun ketika ada rasa percaya dan kepedulian terhadap sesama.

Peristiwa hijrah Rasulullah SAW yang menjadi tonggak penanggalan Hijriah juga memberikan pelajaran bahwa kemajuan sebuah peradaban tidak hanya ditentukan oleh kemampuan dan kekuatan. Persaudaraan dan keadilan memiliki peran yang sama pentingnya.

Memasuki Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Hepni berharap semangat hijrah tidak berhenti pada seremoni tahunan semata. “Tahun baru hijriah sebagai pengingat untuk terus memperbaiki diri dan memperkuat hubungan antarsesama demi kehidupan yang lebih rukun dan harmonis,” pungkasnya. (dhi/dwi)

Editor : Imron Hidayatullahh
#prof hepni #muharam #Tahun Baru Islam #UIN KHAS Jember