Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Orderan Anyep Pendapatan Tekor, Kisah Srikandi Ojol Jember Bertahan Hidup di Tengah Cekikan Ekonomi!

Maulana RJ • Kamis, 18 Juni 2026 | 08:30 WIB
PEJUANG RUPIAH: Para perempuan ojol saat mengikuti suatu giat bakti sosial di Alun-alun Jember, belum lama ini (12/6). (HATTA)
PEJUANG RUPIAH: Para perempuan ojol saat mengikuti suatu giat bakti sosial di Alun-alun Jember, belum lama ini (12/6). (HATTA)

Radar Jember - Terik ​matahari Jumat siang itu (12/6) cukup membakar aspal sekitar Alun-Alun Jember. Di antara lalu lalang kendaraan yang melintas, puluhan perempuan berjaket hijau dan oranye terlihat berkumpul di salah satu sudut alun-alun tersebut.

Mereka adalah para Srikandi sekaligus tulang punggung bagi keluarga di rumah. Di atas jok motor yang biasa mereka gunakan, menjadi saksi bisu perjuangan saban hari sebagai pengemudi ojek online atau driver ojol.

Harap-harap cemas tampak terlihat di raut wajah mereka yang dicoba ditutup-tutupi. Seolah menunggu uluran kecil di tengah cekikan ekonomi yang kian menjerat kantong dan urusan dapur.

Baca Juga: Gus Fawait Rayu Wamen P2MI, Minta Slot Khusus Magang Kerja ke Eropa Bagi Alumni Sekolah Vokasi di Jember!

Bukan tanpa alasan, ​akhir-akhir ini aspal jalanan terasa lebih membara bagi para pekerja rentan seperti mereka.

Ketika nilai tukar rupiah melemah, BBM naik, dan harga beras hingga minyak goreng meroket di pasar, layar ponsel mereka justru lebih sering membisu.

Orderan sepi, sementara tuntutan dapur rumah harus tetap mengepul tidak bisa kompromi.

​Di tengah situasi pelik itulah, sebuah jembatan kebaikan menyapa. Sebanyak 100 paket sembako mendarat di tangan para Srikandi jalanan ini.

Isinya komplet untuk menyambung hidup: beras 5 kilogram, gula, minyak goreng, mi instan, hingga nasi tumpeng.

Baca Juga: Ketangguhan Fiskal Pemerintah Hadapi Kenaikan BBM Diuji, Pengamat: Jangan Sampai Mobil Dinas Ikut Rebutan Subsidi Rakyat! - Radar Jember

"Kondisi perekonomian kita ini seperti sedang lesu, ya. Itu kan dampaknya luar biasa sekali," kata Ardiana, Ketua Komunitas Pasukan Aman Kebaikan (Paskib) Jember, di sela-sela giat saat itu, membersamai para perempuan ojol.

​Bantuan ini bukan datang dari korporasi besar, tetapi dari seorang mantan pejuang aspal yang nasibnya kini berubah di Negeri Paman Sam, Amerika Serikat. Namanya, Indah.

Para kawanan ojol perempuan biasa menyapanya dengan panggilan Bunda Indah. "Alhamdulillah, sahabat kami di USA ini berinisiatif berbagi dengan 100 ojol perempuan di Jember," katanya.

Diana bercerita, memar ekonomi di tanah air ternyata ikut dirasakan oleh para diaspora di luar negeri.

Sebagai orang yang pernah merasakan pahit manisnya menarik gas demi sesuap nasi, solidaritas antar sesama profesi ini sangat mengetuk hati dan empati. ​

"Dia pernah kerja di ojol, jadi paham betul kondisi teman-teman pengemudi," katanya.

Baca Juga: Tuntaskan Tawaf Wada, Ribuan Jemaah Haji Asal Jember Mulai Tinggalkan Makkah Menuju Kota Madinah!

Trianita, salah satu ojol perempuan saat itu menilai kondisi hari ini cukup berat dirasakan oleh perempuan seperti dirinya yang mengais rejeki di setiap aspal jalan raya.

Karena itu, begitu ada uluran tangan, hal itu tak ubahnya seperti oase di tengah gurun.

Ibu tangguh ini juga bercerita bahwa menafkahi keluarga lewat aspal jalanan tak lagi semudah dulu. Keran pendapatan mereka seperti tersumbat sejak menjelang pergantian tahun lalu. ​

"Mulai akhir tahun 2025 orderan terasa turun. Kalau dulu masih worth it, sekarang harus benar-benar berjuang dan muter mencari order. Tidak bisa diam di satu tempat, harus jemput bola," kata Trianita

Baca Juga: Filipina dan Thailand Resmi Join! International Jember Marching Carnaval 2026 Siap Digelar Awal Agustus!

​Strategi jemput bola itu terpaksa dipilih meski dengan risiko tinggi. Karena menguras bensin lebih banyak, di saat harga-harga justru sedang melonjak tinggi.

Bahkan antara pengeluaran operasional dan hasil yang dibawa pulang ke rumah sering kali jomplang. ​

"Pengeluaran naik semua, bahan pokok naik, kebutuhan sekolah anak juga semakin besar. Sementara pendapatan tetap," keluh dia.

Trianita dan ratusan ojol perempuan lainnya berharap badai ekonomi ini segera berlalu, agar mereka tak perlu memutar motor lebih jauh hanya untuk mencari satu atau dua tarikan penumpang.

Harapan yang sama juga dititipkan Ardiana kepada para pemangku kebijakan di Jakarta. Ia berharap ada langkah nyata agar jeritan di akar rumput tidak semakin menyayat hati. (mau/dwi)

Editor : Imron Hidayatullahh
#driver ojek online #Jember #Berita Jember #ojol #BBM Naik