Radar Jember – Di teras SMPN 1 Rambipuji, beberapa ibu tampak sibuk menundukkan kepala di atas lembar formulir. Sebagian duduk lesehan karena kursi yang tersedia tak lagi cukup menampung ramainya orang tua yang datang.
Di samping mereka, ada anak yang baru diterima di sekolah impiannya. Ada pula balita yang sesekali merengek minta digendong.
Suasana seperti itu mewarnai hari pertama daftar ulang hasil Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahap 1 jalur prestasi, afirmasi, dan mutasi, Rabu (17/6).
Sejak pagi, sekolah-sekolah negeri di Jember dipadati calon siswa bersama orang tuanya. Namun di tengah keramaian itu, satu pemandangan nyaris tak berubah dari tahun ke tahun.
Yakni para ibu tetap menjadi orang yang paling sibuk mengurus masa depan pendidikan anak-anaknya. Mulai mengecek nama yang lolos seleksi, menyiapkan berkas, mengisi formulir, hingga memastikan seluruh persyaratan daftar ulang lengkap.
Tak sedikit pula yang datang sendiri karena suami masih bekerja. Seperti yang dilakukan Nur Fitria, warga Desa Rambigundam, Kecamatan Rambipuji, yang mengantar putra pertamanya daftar ulang di SMPN 1 Rambipuji.
“Saya sengaja ngantar saat daftar ulang, karena suami sedang bekerja,” katanya kepada Jawa Pos Radar Jember.
Kepala SMPN 1 Rambipuji Siti Mariyani menjelaskan, minat masyarakat untuk masuk sekolah yang dipimpinnya cukup tinggi. Pada tahap pertama, jumlah pendaftar jalur prestasi, afirmasi, dan mutasi mencapai 250 siswa.
Namun keterbatasan rombongan belajar (rombel) membuat sekolah hanya mampu menerima sebagian dari jumlah tersebut.
“Yang diterima melalui tiga jalur itu 111 siswa. Artinya ada 139 siswa yang tidak diterima. Nanti sisanya bisa mencoba melalui jalur domisili,” ujarnya.
Persaingan serupa juga terjadi di SMPN 8 Jember. Kepala SMPN 8 Jember Dwi Kristatiningsih menyebut jumlah pendaftar pada tiga jalur awal mencapai 141 siswa, sementara kuota yang tersedia hanya 127 kursi.
Dengan total pagu sekolah sebanyak 256 siswa, masih tersedia sekitar 140 kursi yang akan diperebutkan melalui jalur domisili atau zonasi pada tahap berikutnya.
Di SMPN 1 Jenggawah, jumlah pendaftar bahkan mencapai 275 siswa. Kepala SMPN 1 Jenggawah Anang S Widodo mengatakan kuota jalur mutasi tidak terpenuhi karena hanya diikuti lima pendaftar dari jatah 17 kursi. Alhasil sisa kuota dialihkan ke jalur domisili.
Sementara pada jalur afirmasi, 140 siswa bersaing memperebutkan 70 kursi dan jalur prestasi diikuti 130 pendaftar untuk kuota 88 siswa. “Dari tiga jalur itu yang diterima sebanyak 163 siswa. Sehingga untuk jalur domisili nanti masih dibutuhkan 189 siswa lagi,” terangnya.
Sementara itu, Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember M Ridoi mengatakan, pelaksanaan SPMB tahap pertama jalur prestasi, afirmasi, dan mutasi berjalan relatif lancar.
Pengumuman hasil seleksi telah dilakukan Rabu (17/6) dan dilanjutkan daftar ulang hingga Jumat (19/6). Meski demikian, masih terjadi penumpukan pendaftar di sejumlah sekolah tertentu, sementara beberapa sekolah lain belum memenuhi kuota.
“Padahal kami sudah menyampaikan bahwa semua sekolah sama, gurunya sama, kualitasnya juga sama. Tetapi memang masih ada image atau stigma sekolah favorit dan tidak favorit,” ujarnya.
Menurut Ridoi, dari sisi sistem tidak ditemukan kendala berarti karena proses penetapan peserta tetap dilakukan melalui kurasi dan verifikasi berkas oleh masing-masing sekolah.
Sistem hanya berfungsi menampung data pendaftaran, sedangkan penentuan hasil seleksi dilakukan satuan pendidikan. “Untuk sistem tidak ada masalah. Jadi sistem hanya menampung data, tidak sampai memproses penetapan peserta,” jelasnya. (jum/kin/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh