Radar Jember - Tak ada angin, tak ada hujan, calon bos salah satu BUMD Pemkab Jember dikabarkan mundur dari proses seleksi yang tinggal menyisakan babak akhir.
Proses seleksi Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Pandalungan atau PDAM Jember yang berujung antiklimaks ini, akhirnya memaksa pemerintah daerah harus mengocok ulang seluruh tahapan seleksi.
Musababnya, calon finalis peringkat teratas, Andrias Warsito, mendadak dikabarkan mengundurkan diri di tahapan akhir.
Kabar itu dibenarkan oleh Plh. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Jember, Gatot Triyono.
Ia mengungkapkan bahwa drama pengunduran diri ini terjadi di tengah proses validasi nama terpilih di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
"Saudara Andrias Warsito, yang memuncaki seluruh rangkaian penilaian dan menjadi calon Dirut terpilih, melayangkan surat pengunduran diri pada 9 Juni 2026 dengan alasan urusan keluarga," kata Gatot, Selasa, (16/6).
Mundurnya Andrias mengejutkan banyak pihak lantaran ia telah menyisihkan enam kandidat lain sejak proses administrasi dibuka April lalu.
Ia juga telah lolos Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) di BKD Jawa Timur, tes kesehatan di RSUD dr. Soebandi, hingga wawancara eksklusif dengan Bupati Jember pada 11 Mei 2026.
Namanya bahkan sudah disetorkan ke Kemendagri Ditjen Bina Keuangan Daerah pada 13 Mei 2026 untuk legalisasi.
Meski begitu, Gatot menegaskan bahwa Pemkab Jember menganggap pembatalan sepihak ini sebagai force majeure, dan Pemkab Jember langsung berkonsultasi dengan Kemendagri.
Hasilnya, pemerintah daerah memutuskan untuk tidak menunjuk juara kedua, namun membatalkan seluruh hasil dan menggelar ulang seleksi dari nol.
Gatot menyebut, langkah ini diambil demi menjamin akuntabilitas, meski harus menguras kembali waktu dan anggaran daerah yang telah berjalan selama dua bulan terakhir.
"Karena ini adalah force majeure yang memengaruhi hasil akhir, pemkab langsung berkoordinasi dan berkonsultasi secara intensif dengan Kemendagri," imbuh ASN yang menjabat definitif Kepala Dishub Jember itu. (mau/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh