Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Sering Mati Lampu Bikin Elektronik Jebol? Pakar Polije Bocorkan Trik Stavolt hingga Investasi Tren PLTS Rumah Tangga!

M Adhi Surya • Rabu, 17 Juni 2026 | 04:35 WIB
“Sekarang penggunaan PLTS di rumah sedang menjadi tren, hanya saja biaya pengadaannya memang masih cukup mahal.” DEDY EKO RAHMANTO , Dosen Teknik Energi Terbarukan Polije. (M. ADHI SURYA/RADAR JEMBER)
“Sekarang penggunaan PLTS di rumah sedang menjadi tren, hanya saja biaya pengadaannya memang masih cukup mahal.” DEDY EKO RAHMANTO , Dosen Teknik Energi Terbarukan Polije. (M. ADHI SURYA/RADAR JEMBER)

Radar Jember – Seringnya pemadaman listrik maupun penurunan tegangan di suatu wilayah tidak bisa dianggap sepele.

Selain mengganggu aktivitas masyarakat, kondisi tersebut juga berisiko memperpendek usia pakai berbagai perangkat elektronik rumah tangga.

Hal itu terutama terjadi pada peralatan yang belum dibekali teknologi pelindung tegangan modern.

Dosen Teknik Energi Terbarukan Polije, Dedy Eko Rahmanto menjelaskan, pemadaman listrik pada dasarnya dapat dipicu oleh dua faktor.

Baca Juga: Kemenangan Sia-Sia Macan Raung: Persid Jember Resmi Angkat Koper meski Sukses Tekuk Persiharjo Sukoharjo!

Pertama, adanya pekerjaan perawatan jaringan yang memang sudah terjadwal. Kedua, gangguan yang sifatnya mendadak dan sulit diprediksi.

Menurut lulusan S-1 Teknik Pertanian Universitas Jember dan S-2 Teknik Mesin Pertanian dan Pangan IPB tersebut, apabila pemadaman dilakukan untuk kepentingan pemeliharaan, maka penyedia listrik memiliki kewajiban menyampaikan pemberitahuan terlebih dahulu kepada pelanggan.

“Kalau perawatan, PLN wajib menginformasikan kepada customer terlebih dahulu,” ujarnya.

Sementara itu, gangguan yang terjadi secara tiba-tiba umumnya disebabkan faktor teknis maupun kondisi tertentu di lapangan.

Baca Juga: Pertama Kali, BAZNAS Jember Sembelih Domba Dam Jamaah Haji Indonesia dan Salurkan ke Mustahik

Meski demikian, gangguan tersebut biasanya tidak berlangsung terlalu lama dan segera ditangani agar pasokan listrik kembali normal.

Dedy menerangkan, dampak dari listrik padam maupun tegangan yang tidak stabil cukup terasa terhadap perangkat elektronik yang belum dilengkapi sistem inverter.

Fluktuasi tegangan dapat membuat komponen bekerja tidak optimal sehingga umur pemakaian alat menjadi lebih pendek.

Meski begitu, perkembangan teknologi membuat banyak perangkat elektronik terbaru telah dibekali inverter atau sistem penyesuaian tegangan. Salah satu contoh yang mudah ditemui ialah kepala pengisi daya telepon seluler.

“Meski demikian, dampaknya tetap ada, hanya saja lebih aman,” imbuh dosen yang mengampu mata kuliah Elektronika Daya, Dasar Kelistrikan hingga Perancangan Sistem Energi tersebut.

Baca Juga: Mahasiswa AKP Polije Raih Prestasi Gemilang Sabet Gelar Gus Jember

Untuk meminimalkan risiko kerusakan, masyarakat disarankan memasang stabilizer voltase atau stavolt sebagai perlindungan paling sederhana.

Alat tersebut berfungsi menjaga tegangan listrik tetap berada pada batas aman sehingga perangkat elektronik tidak langsung menerima lonjakan maupun penurunan tegangan secara drastis.

Alternatif lainnya ialah menggunakan Uninterruptible Power Supply (UPS) yang mampu menyediakan daya cadangan sementara ketika listrik padam mendadak.

Selain itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan inverter dari sumber energi lain, generator set (genset), hingga powerbank berkapasitas besar untuk menopang kebutuhan perangkat tertentu.

Baca Juga: Beralih ke Pertalite! Harga Pertamax Eceran di Jember Langsung Tembus Rp 18 Ribu per Botol

Apabila memiliki anggaran lebih, penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) rumah tangga dinilai menjadi pilihan yang menjanjikan.

Namun, biaya investasinya masih relatif tinggi. Untuk kebutuhan rumah tangga dengan konsumsi sekitar 300 hingga 400 kWh, dana yang diperlukan diperkirakan mencapai sekitar Rp 40 juta.

“Sekarang penggunaan PLTS di rumah sedang menjadi tren, hanya saja biaya pengadaannya memang masih cukup mahal,” pungkasnya. (dhi/dwi)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#mati lampu #tegangan lsitrik #plts #Polije