Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Jawara di Sekar Kijang! Pertumbuhan Ekonomi Jember Juara tapi Rawan Tiarap jika Cuaca Buruk Menyerang

Maulana RJ • Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
PERTANIAN MENDOMINASI: Sektor pertanian di Jember yang masih menjadi primadona penyumbang pertumbuhan PDRB terbesar untuk Jember. (MAULANA/RADAR JEMBER)
PERTANIAN MENDOMINASI: Sektor pertanian di Jember yang masih menjadi primadona penyumbang pertumbuhan PDRB terbesar untuk Jember. (MAULANA/RADAR JEMBER)

Radar Jember - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jember melaporkan lonjakan pertumbuhan ekonomi yang signifikan pada Triwulan I 2026, mencapai 6,35 persen (year on year).

Angka ini bahkan melampaui pertumbuhan ekonomi Jawa Timur (5,96 persen) dan nasional (5,61 persen), sekaligus menobatkan Jember sebagai jawara di kawasan Sekar Kijang (Situbondo, Banyuwangi, Bondowoso, Jember, dan Lumajang).

​Namun, di balik performa impresif ini, struktur ekonomi Jember yang didominasi pada sektor pertanian. Sehingga, itu dinilai menyimpan risiko serius yang perlu dimitigasi oleh pemerintah daerah.

Baca Juga: Kemenangan Sia-Sia Macan Raung: Persid Jember Resmi Angkat Koper meski Sukses Tekuk Persiharjo Sukoharjo!

​Kepala BPS Jember, Peni Dwi Wahyu Winarsih, menegaskan bahwa struktur ekonomi Jember yang belum terdiversifikasi membuat wilayah ini sangat sensitif terhadap gejolak sektor agraria.

Berbeda dengan rata-rata Jawa Timur yang struktur ekonominya sudah lebih modern dan bervariasi, Jember masih didominasi total oleh sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan.

​"Struktur ekonomi Jember yang masih didominasi sektor pertanian membuat setiap peningkatan kinerja sektor tersebut memberikan dampak yang relatif lebih besar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dibandingkan rata-rata Jatim yang struktur ekonominya lebih terdiversifikasi," katanya, dalam keterangan resmi, Kamis (11/6).

​Pada awal tahun 2026 ini, BPS juga mencatat bahwa Jember memang sedang di atas angin berkat meroketnya produksi padi hingga 27 persen, meski diterpa curah hujan yang serba tidak menentu.

Baca Juga: Pertama Kali, BAZNAS Jember Sembelih Domba Dam Jamaah Haji Indonesia dan Salurkan ke Mustahik

Selain itu, BPS juga mencatat bahwa lonjakan produksi daging dan telur ayam juga ikut terdongkrak akibat efek kejut permintaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang sekaligus memicu ledakan konstruksi lewat pembangunan sekitar 209 unit dapur MBG atau SPPG.

Peni membeberkan, secara angka, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi penyumbang andil terbesar bagi PDRB Jember dengan 1,51 persen, disusul industri pengolahan sebesar 1,45 persen, perdagangan 0,89 persen, serta informasi dan komunikasi 0,72 persen.
​ 
​Meskipun pertumbuhan ekonomi Jember saat ini sukses melangkahi kabupaten tetangga se-Tapal Kuda, BPS memberikan peringatan keras.

Menurut Peni, ketergantungan ekstrem pada sektor pertanian ini ibarat pisau bermata dua. Sektor pertanian memiliki tingkat volatilitas yang sangat tinggi karena nasibnya ditentukan oleh cuaca.

Jika cuaca memburuk, ekonomi Jember dipastikan akan langsung tiarap lebih dalam ketimbang daerah lain yang ekonominya sudah terdiversifikasi.

"Sektor pertanian memiliki tingkat ketergantungan yang tinggi terhadap kondisi cuaca sehingga volatilitasnya juga lebih besar dibandingkan sektor lainnya," katanya.

​BPS mengingatkan bahwa Jember tidak bisa terus-menerus mengandalkan keberuntungan cuaca. Diversifikasi dan penguatan sektor sekunder serta tersier mutlak diperlukan agar pertumbuhan ekonomi Jember tidak rawan ambles di triwulan berikutnya.

Baca Juga: Mahasiswa AKP Polije Raih Prestasi Gemilang Sabet Gelar Gus Jember

"Oleh karena itu, meskipun sektor pertanian mampu menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi pada Triwulan I 2026, keberlanjutan pertumbuhannya tetap memerlukan dukungan berbagai sektor ekonomi lainnya agar pertumbuhan ekonomi Jember dapat terjaga secara berkelanjutan sepanjang tahun," pungkas dia. (mau/dwi)
 

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #Jatim #Pertumbuhan Ekonomi #BPS Jember #Sekarkijang