TEGALBOTO, Radar Jember - Ratusan mahasiswa Jember melakukan aksi turun jalan melakukan demonstrasi di sekitar bundaran DPRD Jember, pada Senin sore, 15 Juni 2026.
Aksi mahasiswa yang berasal dari Cipayung Plus Jember ini sebagai bentuk protes terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang selama ini dinilai merugikan rakyat. Mulai dari kasus korupsi, melemahnya nilai tukar rupiah, kenaikan pajak, kenaikan BBM, keterlibatan aparat di ruang sipil, hingga soal penegakan hukum yang dianggap amburadul.
"Wahai antek-antek asing, kita minta kalian untuk turun. Jangan diam, jangan hanya mendengarkan, tapi turun mendengarkan aspirasi kami. Hidup mahasiswa!" seru salah satu orator aksi.
Dalam aksinya, masa tidak hanya orasi secara bergiliran, mereka juga membacakan puisi perjuangan, membentangkan berbagai spanduk dan postes berisi protes kepada pemerintah.
Mereka juga melakukan bakar ban bekas di tengah-tengah berjalannya aksi.
"Ketika tidak ada kejelasan kebijakan dari pemerintah pusat, kita akan terus datang dengan gerakan-gerakan yang lebih besar," tambah Alfin Maulana, kordinator aksi lapangan, kepada awak media.
Dalam aksi di depan gedung Parlemen Tegalboto ini, massa juga menuntut 50 anggota DPRD Jember untuk keluar menemui mereka.
Setelah beberapa menit berorasi, empat orang pimpinan dewan dan perwakilan masing-masing fraksi, akhirnya menemui massa.
Mereka kemudian berdialog di tengah-tengah berjalannya aksi.
Baca Juga: Tagih Janji Bebaskan PBB Untuk Warga Miskin, Puluhan Mahasiswa Gelar Demonstrasi di Pemkab Bondowoso
"Aksi semacam ini sebagai bentuk penyampaian aspirasi. Artinya, kami senantiasa terbuka terhadap segala bentuk aspirasi, termasuk yang datang dari adik-adik mahasiswa," kata ketua DPRD Jember, Ahmad Halim, di tengah-tengah massa.
Sejumlah wakil rakyat juga menyatakan dukungan penuhnya terhadap gerakan massa ini sebagai bagian dari penyampaian aspirasi publik.
"Yang menjadi catatan kritis dari kawan-kawan mahasiswa, kami sejak awal berkomitmen bersama kawan-kawan. Bisa dicek jejak digital kami," tambah Wakil Ketua DPRD JEmber, Widarto.
Hingga pukul 16.33, massa masih bertahan di arena aksi dan berdialog dengan anggota dewan. Massa yang kurang puas dengan jawaban para legislator ini juga seketika menyatakan kekecewaannya di depan para anggota dewan yang dianggap tidak mewakili kepentingan rakyat. (mau/dwi)
Editor : M. Ainul Budi