Radar Jember – Upaya menyiapkan relawan kemanusiaan yang tangguh dan profesional terus dilakukan PMI Jember.
Salah satunya melalui Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Korps Sukarela (KSR) PMI Unit Markas yang diikuti 30 anggota baru hasil seleksi.
Kegiatan yang digelar di Aula Markas PMI Jember, Kelurahan Sumbersari ini dibuka pada Rabu (10/6). Ini menjadi pintu awal pembentukan karakter sekaligus peningkatan kapasitas para relawan muda.
Selama lima hari ke depan, para peserta akan ditempa dan dibekali 29 materi yang disampaikan oleh 20 fasilitator.
Materi tersebut mencakup pemahaman dasar tentang kepalang merahan, prinsip-prinsip kemanusiaan, hingga keterampilan yang dibutuhkan saat menjalankan tugas pelayanan di lapangan. Ini untuk mengasah mereka demi tugas kemanusiaan.
Pembukaan diklatsar dilakukan langsung oleh Ketua PMI Jember Zainollah didampingi Sekretaris PMI Jember Ghufron Efiyan Efendy, Wakil Kepala Markas Gigih Priyambodo, dan Ketua KSR PMI Unit Markas Haidar Al Rafif.
Dalam arahannya, Zainollah mengingatkan para peserta agar mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan sungguh-sungguh karena mereka akan menjadi garda terdepan dalam berbagai aksi kemanusiaan.
“Anda semua adalah ujung tombak kemanusiaan. Jadi harus memahami dan menguasai materi-materi yang diberikan dalam diklatsar,” tegas Zainollah.
Baca Juga: Siapa Sangka Ada Lapangan Berstandar FIFA di Jember! Ternyata Disini Lokasinya
Sementara itu, Ketua KSR PMI Unit Markas Haidar Al Rafif menjelaskan, diklatsar merupakan bagian dari proses regenerasi organisasi sekaligus upaya meningkatkan kualitas dan kuantitas relawan PMI.
Menurutnya, sebelum resmi menjadi anggota, setiap peserta harus memiliki bekal pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan yang memadai untuk mendukung berbagai layanan kemanusiaan.
“Ini bertujuan memberikan wawasan dan pemahaman tentang PMI seperti prinsip dasar gerakan, code of conduct serta pengetahuan bidang-bidang spesialisasi dan pelayanan di PMI,” ujar Haidar.
Tidak hanya belajar di dalam kelas, semangat kemanusiaan juga diwujudkan melalui aksi sosial selama kegiatan berlangsung.
Sejumlah relawan membagikan nasi bungkus kepada tukang becak, pemulung, dan sukarelawan pengatur lalu lintas di sejumlah persimpangan jalan.
Aksi ini menjadi pengingat akan nilai-nilai kemanusiaan yang dipelajari dalam pelatihan harus hadir nyata di tengah masyarakat. (kin/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh