Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Bikin Takjub! Modal Riset Otodidak, Pria di Kencong Jember Sukses Sulap Sampah Plastik Jadi BBM Mesin Diesel!

Maulana RJ • Rabu, 10 Juni 2026 | 07:00 WIB
IDE ENERGI BARU: Pabrik pengolahan sampah mandiri yang menyulap plastik menjadi bahan bakar mesin diesel, di Dusun Krajan, Desa Kencong. (DOK. GUSTI ASHARI)
IDE ENERGI BARU: Pabrik pengolahan sampah mandiri yang menyulap plastik menjadi bahan bakar mesin diesel, di Dusun Krajan, Desa Kencong. (DOK. GUSTI ASHARI)

Radar Jember - Aroma menyengat khas tumpukan sampah plastik membumbung di salah satu sudut Dusun Krajan, Desa Kencong. Berbagai jenis material berbahan plastik itu, mulai dari kresek, botol bekas, dan kemasan makanan terlihat berceceran.

Sebagian plastik itu masih tertampung dalam karung-karung besar dan menjadi gundukan. Bagi sebagian besar orang, pemandangan itu lebih banyak dihindari. Karena, kotor dan tetap menjadi sampah.

Namun, di tangan Arief Yulianto, gunungan limbah plastik yang memuakkan itu justru lahir ide kreatif. Saban hari, pria berusia 40 tahun itu berjibaku di tengah kepulan uap bengkel kerjanya.

Baca Juga: Titip Pesan Khusus untuk Masa Depan Jember, Bupati Gus Fawait Bakar Semangat Mahasiswa di Yogyakarta

Wajahnya yang legam sesekali disapu peluh. Di hadapannya, sebuah instalasi tabung besi raksasa rakitan mandiri bergemuruh pelan.

Dari ujung pipa kecilnya, menetes cairan berwarna kekuningan yang kental. Pekat dan berbau tajam. Itulah solar alternatif, bahan bakar yang lahir dari rahim limbah yang semula dikutuk masyarakat (sampah plastik).

"Gemas saya lihat sampah plastik menumpuk di mana-mana, tidak ada habisnya. Dibakar jadi polusi, ditimbun butuh ratusan tahun untuk hancur," kenang Arief, kepada awak media, belum lama ini (5/6).

Ketukan rasa prihatin itulah yang membawanya masuk ke dalam riset kecil-kecilan. Menariknya, hal itu ia lakukan secara autodidaktik. ​"Awalnya cuma coba-coba, saja," akunya.

​Melalui proses yang disebut pirolisis. Sebuah teknik memanaskan plastik tanpa oksigen dalam suhu ekstrem hingga mencair dan menguap. Uap plastik yang didinginkan kembali lewat pipa-pipa penyulingan itu mengembun dan menjadi bahan bakar cair.

Baca Juga: Imbas Korupsi di Pusat? Dapur Makan Bergizi Gratis di Jember Mendadak Mogok Massal, Ini Penyebab Aslinya

Kualitasnya? Bisa diuji. Mesin diesel pun berputar. "Setelah rakit alat sendiri dan trial-error berkali-kali, ternyata hasilnya luar biasa. Mesin diesel bisa terbakar dengan sempurna," kata Arief.

​Hebatnya, proyek yang digarapnya bukan ego sektoral demi kebanggaan pribadi. Melainkan, bengkel kerjanya kini bertransformasi menjadi sebuah pabrik kecil berbadan hukum yang menghidupkan dapur banyak orang.

Para pemulung dan pengais sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) lokal kini punya pelabuhan baru. Sampah-sampah plastik yang mereka kumpulkan tak lagi dihargai murah, tetapi ditebus untuk dijadikan bahan baku energi.

​Dampak nyata inovasi ini menjalar cepat ke sektor pertanian sekitarnya. Ketika solar bersubsidi sering kali sulit didapat di SPBU, maka para petani di Kencong kini punya alternatif yang lebih ramah di kantong.

Beberapa mesin pompa air sawah dan traktor milik warga mulai meneguk solar plastik hasil ide Arief. Hasil di lapangan membuktikan, mesin menyala stabil, bertenaga, dan yang paling penting: menghemat biaya operasional pertanian secara signifikan.

​Kabar harum dari pinggiran Jember ini akhirnya mengetuk pintu birokrasi. Camat Kencong, Ronny Arifianto, tak mampu menyembunyikan rasa terpukaunya saat menginjakkan kaki langsung di lokasi pengolahan limbah tersebut.

Baca Juga: Rebutan Kursi! Ortu Rela Antre sejak Pagi Buta di SMPN 3 Jember, Ada yang Bawa Puluhan Sertifikat Prestasi!

Baginya, apa yang dilakukan Arief adalah potret nyata kemandirian rakyat yang melampaui teori-teori di atas kertas teks. "Ide-ide dan aplikasi nyata yang dimunculkan oleh masyarakat ini memang luar biasa," aku Ronny.

Ia menilai, gerakan swadaya ini berkelindan manis dengan program strategis Gus Bupati Jember Muhammad Fawait yang gencar mendorong pengelolaan sampah mandiri berbasis wilayah.

Ronny menegaskan, pemerintah kecamatan tidak akan tinggal diam melihat mutiara hitam dari Kencong ini berjalan sendirian.

"Sudah pasti ke depan kami akan melaporkan hal ini ke tingkat kabupaten dan mendorong agar muncul pabrik-pabrik serupa. Ini bukan sekadar membuang sampah, tapi mengolah sampah menjadi rupiah yang menyejahterakan masyarakat," tambah dia, mengakhiri pembicaraan. (mau/dwi)

Editor : Imron Hidayatullahh
#limbah jadi bbm #Jember #sampah plastik