Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Kerap Pertaruhkan Nyawa di Gulungan Ombak, Anggota SAR Rimba Laut Jember Rutin Gelar Doa Bersama tiap Jumat Legi

Jumai RJ • Senin, 8 Juni 2026 | 07:27 WIB
SALING MENDOAKAN: Anggota SAR Rimba Laut yang doa bersama yang dikemas dengan arisan secara bergilir di rumah anggota, setiap malam Jumat manis. (JUMAI/RADAR JEMBER)
SALING MENDOAKAN: Anggota SAR Rimba Laut yang doa bersama yang dikemas dengan arisan secara bergilir di rumah anggota, setiap malam Jumat manis. (JUMAI/RADAR JEMBER)

Radar Jember - SAR Rimba Laut dulunya bernama SAR Lokal. Pada awal berdiri ada 40 orang nelayan, namun sejak berganti nama SAR Rimba Laut hingga sekarang ini tersisa 24 anggota.

Dalam kepengurusan SAR Rimba Laut itu ada anggota Polri bernama Aiptu Dwi Mardi Sucipto ditunjuk sebagai penasihat yang saat itu menjadi anggota Satpolair Polres Jember yang tugas di Puger.

Sejak SAR Lokal berubah menjadi SAR Rimba Laut, Aiptu Dwi Mardi Sucipto masih menjadi penasihat di SAR Rimba Laut yang sekarang tinggal 24. Anggotanya rata-rata sebagai nelayan.

Baca Juga: Gus Fawait Semprot Oknum Luar yang Intervensi Dapur MBG Jember: Wong Tamu Kok Ngatur-ngatur Tuan Rumah!

Sebelum bernama SAR Rimba Laut, pada tahun 2011 bernama SAR Lokal. Karena seluruh anggotanya adalah sebagai nelayan yang rumahnya di sekitar pantai Payangan, Dusun Watu Ulo, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu dan warga Dusun Ungkalan.

SAR Lokal dulu dibentuk tahun 2008, nama itu berubah menjadi SAR Rimba Laut pada tahun 2011. Sejak 2011 itu resmi menjadi binaan Polres Jember.

Sejak itu juga ada perkumpulan dengan dikemas arisan, agar bisa kumpul setiap bulan sekali yakni setiap Kamis malam Jumat manis.

Sebenarnya jumlah arisan tidak besar, tetapi ini agar bisa anggota tetap kumpul setiap sebulan sekali di rumah anggota SAR Rimba Laut.

Anggota rela tak berangkat kerja. Mereka memilih libur untuk tidak melaut dan memilih datang saat pertemuan dengan doa bersama.

Baca Juga: Ubah Mindset Kerja Ego-Sektoral, Bupati Gus Fawait Minta Camat dan Kepsek Jadi Juru Bicara Pemkab Jember

"Nelayan pilih tidak berangkat bekerja sebagai nelayan, mereka libur dan pilih datang untuk baca doa dirumah anggota yang malam itu ngena arisannya," kata Satiman, bendahara SAR Rimba Laut yang juga sebagai nelayan.

Doa bersama yang dikemas dalam bentuk arisan itu dipimpin Ust Kasturi yang juga anggota SAR Rimba Laut. 

Doa itu juga ditujukan kepada keluarga  SAR Rimba Laut semoga selalu diberi keselamatan saat bekerja dan doa ditunjukkan yang sudah meninggal dan doa ditujukan kepada korban yang mengalami kecelakaan di laut.

Istri atau keluarga anggota SAR Rimba Laut mendukung sepenuhnya kepada suaminya melakukan misi pencarian hingga korban ditemukan. Apalagi terjadi laka laut hingga ada korban yang terseret ombak bahkan hingga hilang mereka rela tidak bekerja untuk melaut.

Bahkan anggota SAR Rimba Laut kalau ada korban hilang terseret ombak mereka melakukan pencarian hingga dalam waktu 7 hari. Setelah 7 hari korban yang hilang belum ketemu maka pencarian terhadap hingga dihentikan.

Baca Juga: Pimpin Sertijab Kepala SMP Negeri, Kadispendik Jember Tegaskan Mutasi Jabatan Jadi Motor Perubahan Pendidikan

Selama kejadian pertama korban belum ditemukan dan pencarian dinyatakan ditutup anggota Sar Rimba Laut baru bekerja lagi. Sar Rimba Laut tidak pernah meminta imbalan dari keluarga korban, ini yang dilakukan murni kemanusian, pungkas bendahara SAR Rimba Laut.

Aiptu Dwi Mardi Sucipto, penasehat SAR Rimba Laut mengatakan, anggota SAR Rimba Laut selalu berkoordinasi dengan Basarnas Pos di Jember, Satpolair Polres Jember di Puger dan Polsek Ambulu ketika terjadi kecelakaan laut hingga ada korban jiwa.

Selain menjadi nelayan untuk menghidupi keluarga juga masih bisa menolong korban terseret ombak dan bisa kumpul sebulan sekali dengan pengajian rutinan di rumah anggota.

Fasilitas yang digunakan untuk mencari korban itu menggunakan jukung anggota termasuk bahan bakarnya beli sendiri. Mereka rela mengeluarkan uang sendiri untuk membeli solar. Mereka yang menjadi anggota sudah mendapat restu dari istrinya atau dari keluarganya.

“Anggota sudah siap dengan jukung masing-masing ketika ada korban yang hilang terseret ombak, hingga korban berhasil ditemukan,” kata Mardi yang sekarang berdinas di Polsek Sumbersari.

Selain ikut pencarian korban terseret ombak, Rimba Laut  juga terlibat pencarian korban yang hanyut di sungai selalu terlibat.

"Alhamdulillah anggota Sar Rimba Laut mulai dari jumlah anggotanya 42 waktu itu bernama Sar Lokal hingga berubah nama Sar Rimba Laut  tersisa 24 masih kompak. Ketika ada kabar kecelakaan laut mereka langsung gerak cepat turun mencari korban dengan menggunakan jukung milik anggota," kata penasihat SAR Rimba Laut. 

Setiap pertemuan dalam bentuk arisan itu, Mardi selalu mengingat pentingnya kumpul bersama dengan saling mendoakan. Karena ketika arisan itu sangat penting yakni saling mendoakan sesama anggota.

Baik kepada keluarga anggota SAR Rimba Laut maupun kepada alm keluarga dari anggota sendiri itu juga didoakan.

Mardi, yang masih berdinas di Polsek Sumbersari itu tidak henti hentinya memberikan nasehat kepada anggota. Karena yang dilakukan ini murni kemanusian bukan meminta imbalan dari keluarga korban.

“Semoga lelahnya menjadi lillah. Karena niat pertama itu memberikan pertolongan kepada korban,” ulasnya.

Baca Juga: Tak Ingin Remehkan Persena Nagekeo, Skuad Macan Raung Incar Kemenangan Sempurna Demi Penutup Indah di Jember

Apalagi sampai meninggalkan pekerjaannya sebagai nelayan mengutamakan mencari korban yang terseret ombak hingga ditemukan. "Dari anggota SAR Rimba Laut ini umurnya berbeda ketika yang ada yang salah ayo kita saling memaafkan. Biar ikhtiar dan niat kemanusiaan ini ada manfaatnya,” pungkasnya. (Jum/nur)

Editor : Imron Hidayatullahh
#SAR Rimba Laut #Jember #pantai selatan #ambulu