Radar Jember - Maraknya kecelakaan laut yang terjadi di sejumlah pantai selatan membuat Pemerintah Kabupaten Jember menaruh perhatian lebih serius terhadap aspek keselamatan wisata.
Di tengah tren kunjungan wisatawan yang terus meningkat dari waktu ke waktu, pemerintah ingin memastikan pertumbuhan sektor pariwisata berjalan seiring dengan peningkatan perlindungan bagi para pengunjung.
Karena itu, Pemkab Jember terus mengupayka sistem keamanan di destinasi wisata pesisir.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperkuat koordinasi lintas sektor.
Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Jember menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), tim SAR, Muspika, hingga Dinas Perhubungan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan keadaan darurat di kawasan pantai.
Kolaborasi tersebut terutama diperkuat saat musim liburan dan akhir pekan panjang ketika jumlah wisatawan meningkat tajam.
"Kami terus memperkuat kolaborasi dengan semua pihak. Karena kenyamanan, keamanan, keselamatan itu jadi prioritas kami," tegas Bobby Arie Sandy, Kepala Disporabudpar Jember.
Meski berbagai fasilitas keselamatan telah disiapkan, tantangan terbesar justru masih datang dari perilaku sebagian pengunjung.
Di sejumlah titik rawan, seperti kawasan batu karang di Pantai Watu Ulo, rambu-rambu larangan telah dipasang karena ombak laut selatan dikenal besar dan sulit diprediksi.
Namun, tidak sedikit wisatawan yang tetap nekat mendekati area berbahaya demi berfoto atau menikmati pemandangan dari jarak dekat.
Bobby berharap para wisatawan dapat lebih mematuhi arahan petugas yang berjaga di lapangan. Menurutnya, keselamatan pengunjung menjadi prioritas utama.
Sehingga setiap imbauan yang diberikan petugas didasarkan pada kondisi dan karakteristik alam setempat.
"Namanya alam ini sulit untuk ditebak dan diprediksi. Kami sangat berharap para pengunjung atau tamu bersedia mengikuti arahan dari petugas yang ada di lapangan," katanya.
Di sisi lain, pengawasan destinasi wisata juga terus diperkuat melalui pembagian wilayah pengelolaan. Wisata Terintegrasi Pantai Watu Ulo dan Papuma yang dikelola bersama PT Palawi Risorsis berada dalam pemantauan langsung Disporabudpar.
Sementara destinasi lain, seperti Pantai Puger, Payangan, dan lainnya dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat.
Meski demikian, koordinasi tetap dilakukan secara rutin, termasuk dalam penanganan persoalan kebersihan dan pengelolaan lingkungan.
Sebagai langkah perlindungan jangka panjang, Pemkab Jember juga tengah menyiapkan skema tiket masuk wisata yang terintegrasi dengan asuransi keselamatan.
Rencana tersebut akan dibahas bersama para pengelola wisata dan Pokdarwis agar dapat diterapkan di seluruh pantai, termasuk yang dikelola secara swadaya oleh masyarakat.
Melalui skema itu, wisatawan tidak hanya memperoleh akses masuk ke destinasi wisata, tetapi juga mendapatkan perlindungan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama berkunjung.
Bobby menerangkan, sebelum kebijakan tersebut diterapkan, Disporabudpar akan menggelar pertemuan dengan seluruh pengelola wisata untuk menyamakan persepsi mengenai pentingnya perlindungan pengunjung.
Selain membahas manfaat asuransi bagi wisatawan, pertemuan itu juga akan memetakan jumlah kunjungan di masing-masing pantai sebagai dasar penyusunan skema perlindungan yang tepat.
"Kami ingin mengajak ngobrol dan memberikan pemahaman terlebih dahulu mengenai manfaat asuransi ini, baik bagi pengunjung maupun keuntungan bagi pengelola. Tujuannya agar ke depan tidak ada pihak yang merasa keberatan," pungkas Bobby. (kin/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh