Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Didaftarkan Diam-Diam oleh Sang Bunda, Vizza KDI Kaget Setengah Mati Tiba-Tiba Lolos Audisi Pusat

Sidkin • Sabtu, 6 Juni 2026 | 06:00 WIB
Kisah Vizza, Kontestan Top 9 KDI 2025 asal Jember yang menghidupkan musik lama. (YULIO FA/RADAR JEMBER)
Kisah Vizza, Kontestan Top 9 KDI 2025 asal Jember yang menghidupkan musik lama. (YULIO FA/RADAR JEMBER)

Radar Jember - Jalan menuju Kontes Dangdut Indonesia (KDI) 2025 datang dengan cara yang tidak pernah ia sangka. Sang bunda diam-diam mendaftarkannya ke berbagai ajang pencarian bakat menyanyi.

Beberapa kali gagal, beberapa kali pula pulang dengan tangan kosong. Hingga suatu hari, saat perjalanan pulang dari Jakarta dan masih berada di Yogyakarta, sebuah panggilan mengubah segalanya.

Ia memang tidak lolos pada satu ajang yang diikuti, tetapi justru mendapatkan kabar bahwa dirinya berhasil masuk gerbang KDI.

Baca Juga: Gebrakan Baru Bandara Notohadinegoro Jember! Berangkat Jam 11 Siang, Besoknya Sudah Bisa Salat di Masjidil Haram

"Aku enggak tahu sama sekali kalau didaftarkan. Terus tiba-tiba dikabarin kalau lolos KDI. Itu yang paling bikin kaget," kenangnya.

Kabar itu menjadi titik awal petualangan baru. Untuk pertama kalinya, Vizza berdiri di panggung yang jauh lebih besar daripada yang pernah dibayangkannya.

Lampu sorot yang terang, kamera yang mengarah dari berbagai sisi, dan jutaan pasang mata yang menyaksikan dari rumah sempat membuatnya tidak percaya.

"Jujur aku enggak percaya bisa berdiri di panggung sebesar itu. Takut sih, takut salah lirik. Tapi aku bawa santai saja, seperti nyanyi di panggung biasa," ujarnya.

Di tengah persaingan yang ketat, Vizza tetap menjadi dirinya sendiri. Ia tidak mengikuti arus dengan memilih lagu-lagu yang sedang populer.

Baca Juga: Tiga Kali Ganti Bupati Tetap Banjir, Fraksi PDIP Desak Pemkab Jember Komunikasi Soal Lahan Sodetan Depan UIN KHAS

Bersama ayahnya, ia justru membawa lagu-lagu dangdut klasik yang jarang disentuh peserta lain. Salah satunya adalah lagu Ternyata. Pilihan yang semula dianggap tidak biasa itu justru menarik perhatian banyak orang.

"Awalnya aku juga sempat mikir, 'Hah, lagu ini beneran?' Soalnya belum pernah ada yang bawa di ajang seperti itu. Tapi akhirnya kami coba, dan ternyata banyak yang suka," tuturnya. Tak lama setelah tampil, lagu tersebut ramai diperbincangkan dan viral di media sosial.

Di balik layar, ada perjuangan yang tak banyak terlihat. Selama sekitar dua bulan menjalani karantina di Jakarta, Vizza harus beradaptasi dengan lingkungan baru, jadwal latihan yang padat, dan kerinduan pada rumah. Sebagian besar waktu harus dijalaninya sendiri.

Di sanalah ia belajar tentang disiplin, kemandirian, dan arti bertahan di tengah tekanan kompetisi. "Senang juga karena bisa kenal teman-teman dari daerah lain, latihan bareng, dan belajar banyak hal baru," katanya.

Sementara itu, di Jember, ayahnya dan sang bunda menjalani hari-hari dengan doa yang nyaris tidak putus. Setiap kali Vizza tampil, keduanya menunggu dengan perasaan campur aduk antara harap dan cemas.

Saat namanya diumumkan lolos ke babak berikutnya, air mata dan pelukan menjadi bahasa yang tak perlu diterjemahkan lagi. Bagi mereka, melihat Vizza berdiri di panggung nasional sudah menjadi kebanggaan yang sulit diukur dengan apa pun.

Perjalanan itu memang berakhir di posisi sembilan besar. Namun bagi Vizza, angka tersebut bukanlah garis akhir. Ia pulang dengan pengalaman, kepercayaan diri, dan nama yang kini dikenal lebih luas.

Baca Juga: Bidik Juara Grup P di Stadion JSG, Intip Peluang Persid Jember Tekuk Persena Nagekeo Sore Nanti

"Sedih pasti, tapi aku juga senang karena bisa sampai Top 9, kenal banyak orang, dan dapat pengalaman yang luar biasa," ujarnya.

Satu hal yang tidak berubah adalah kecintaannya pada dangdut klasik yang telah menemaninya sejak kecil. Sebab bagi Vizza, musik bukan sekadar panggung dan kompetisi.

Musik adalah cerita tentang keluarga, tentang mimpi yang dirawat bersama, dan tentang seorang ayah yang setia mendengarkan dari balik pintu kamar.

Karena itu, ketika ditanya siapa sosok yang paling berpengaruh dalam perjalanan musiknya, jawabannya selalu sama. "Kalau enggak ada Panda dan Bunda, aku enggak bakal sampai sejauh ini," ucapnya. (kin/dwi)

Editor : Imron Hidayatullahh
#vizza KDI #kontestan KDI #penyanyi asal jember #Dangdut #penyanyi dangdut