Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Pikat Hati Pelancong Jepang, Ibu-Ibu di Sumbersari Jember Sukses Sulap Sedotan Bekas Jadi Tas Modis Nilai Jual Tinggi!

Maulana RJ • Rabu, 3 Juni 2026 | 06:00 WIB
INSPIRATIF: Ely Yuliastutik (kanan) menunjukkan salah satu karya olahan hasil limbah plastik, melalui komunitas bank sampah yang diketuainya Unit Griya Resik, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari, Jember. (DOK. DISKOMINFO)
INSPIRATIF: Ely Yuliastutik (kanan) menunjukkan salah satu karya olahan hasil limbah plastik, melalui komunitas bank sampah yang diketuainya Unit Griya Resik, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari, Jember. (DOK. DISKOMINFO)

Radar Jember - Di sudut sebuah teras rumah di Kelurahan/Kecamatan Sumbersari tumpukan sedotan plastik bekas tak lagi berujung di tempat pembuangan.

Di tangan-tangan terampil perempuan yang tergabung dalam Bank Sampah Unit (BSU) Griya Resik, limbah yang biasanya dianggap mengotori lingkungan itu disulap menjadi tas-tas cantik bernilai seni tinggi.

Hebatnya, karya estetik dari barang sarka ini sudah sempat memikat hati pelancong asal Negeri Sakura, Jepang. Semua cerita perubahan ini bermula dari hal paling sederhana. <emilah sampah sejak dari dapur rumah.

Baca Juga: Cukup Satu Tiket Bisa Tembus 200 Kota Dunia, Siasat Singkat Bupati Gus Fawait Buka Rute Penerbangan Wings Air Jember!

Ely Yuliastutik, nakhoda di balik gerakan BSU Griya Resik, selalu percaya bahwa sampah bukanlah akhir dari sebuah barang, tetapi awal dari siklus baru yang bernilai ekonomi. Namun, untuk mencapai tahap itu, butuh kesadaran kolektif yang dimulai dari lingkup terkecil, yakni rumah tangga.

"Kami selalu mengedukasi nasabah agar sampah yang dibawa ke sini sudah dalam kondisi terpilah," kata Ely, (25/5).

Baginya, memilah sampah seolah memilah masa depan lingkungan. Saat ini, ada sekitar 75 nasabah aktif yang rutin menabung sampah mereka.

Ely menyarankan formula sederhana yang bisa ditiru oleh siapa saja di rumah. Menyediakan lima wadah berbeda. Satu wadah untuk botol dan gelas plastik. Sementara, wadah kedua untuk plastik lembaran seperti kresek. Wadah ketiga khusus kertas dan kardus.

Sedangkan, wadah keempat untuk logam seperti kaleng dan wadah terakhir untuk sampah residu yang benar-benar sulit terurai seperti styrofoam. Metode "Lima Wadah" ini terbukti memangkas waktu kerja para pengurus bank sampah.

Baca Juga: Kabar Terbaru Orang Hilang di Pantai Jember: Dua Korban Terseret Ombak Ditemukan Dihari Yang Sama 

Sampah organik langsung dialihkan untuk difermentasi menjadi kompos, eco-enzyme, hingga pupuk organik cair (POC) dari air lindi yang menyuburkan tanaman.

Sementara itu, sampah anorganik memasuki laboratorium kreativitas ibu-ibu Sumbersari untuk proses upcycle. Selain sedotan yang berubah menjadi tas jinjing modis, kertas-kertas HVS bekas pun disulap menjadi nampan saji yang kokoh dan estetik.

“Ini salah satu contoh upcycle sedotan yang dijadikan tas cantik dan punya nilai tinggi. Ada juga sampah HPS yang kami ubah menjadi nampan yang kuat dan menarik,” katanya, menunjukkan salah satu karya hasil dari limbah plastik.

Gerakan akar rumput ini mendapat apresiasi mendalam dari Ketua TP PKK Kecamatan Sumbersari, Dwiyanti Kurnianingsih. Menurutnya, BSU Griya Resik bukan sekadar tempat pembuangan sampah alternatif, tetapi juga ruang pemberdayaan ekonomi perempuan.

“Di Bank Sampah ini, sampah dipilah kembali bersama ibu-ibu pengurus. Ada yang kemudian dimanfaatkan menjadi keterampilan yang bisa dijual untuk membantu ekonomi masyarakat," tambah Dwiyanti. (mau/dwi)
 

Editor : Imron Hidayatullahh
#sampah bernilai ekonomi #Jember #bank sampah #daur ulang