Ingatkan Tragedi Maut Pakusari, KAI Daop 9 Jember Minta Warga Lakukan Hal Ini Sebelum Lintasi Rel Kereta

Sidkin • Dipublikasikan Kamis, 28 Mei 2026 | 05:00 WIB
SIAGA: Salah satu penjaga palang pintu perlintasan kereta api, ketika melambaikan tangan kepada masinis. (DOKUMENTASI RADAR JEMBER)
SIAGA: Salah satu penjaga palang pintu perlintasan kereta api, ketika melambaikan tangan kepada masinis. (DOKUMENTASI RADAR JEMBER)

Radar Jember – Meningkatnya jumlah lalu-lalang kendaraan dalam libur panjang Idul Adha kali ini, PT KAI Daop 9 Jember kembali mengingatkan masyarakat untuk mengutamakan keselamatan.

Terutama melintasi perlintasan sebidang kereta api. 

Imbauan itu disampaikan, karena masih ada kejadian kecelakaan di perlintasan sebidang.

Bahkan, pada pertengahan Mei kemarin, terjadi di perlintasan kereta api di Desa Bedadung, Kecamatan Pakusari yang membuat satu nyawa melayang.

Baca Juga: Sempat Tertahan Akibat Gempa Jember, KAI Daop 9 Pastikan Seluruh Jalur Kereta Api Pasuruan-Ketapang Aman!

Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menegaskan masyarakat diminta tidak menerobos palang pintu perlintasan dan selalu mendahulukan perjalanan kereta api demi keselamatan bersama.

“Kami mengimbau dengan tegas kepada seluruh masyarakat agar tidak bersikap abai saat melintasi perlintasan sebidang. Selalu berhenti sejenak ketika hendak melewati perlintasan sebidang. Jangan mempertaruhkan nyawa hanya karena terburu-buru,” tegas Cahyo.

Menurutnya, keselamatan di perlintasan kereta api merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, diperlukan kedisiplinan seluruh pengguna jalan untuk menekan angka kecelakaan yang masih kerap terjadi.

Ia juga mengingatkan bahwa kereta api tidak dapat berhenti secara mendadak karena memiliki jarak pengereman yang panjang.

Baca Juga: 17ribu Penumpang Padati Stasiun di Wilayah Daop 9 Jember pada Hari Raya Idul Adha 1447 H

“Disiplin dan kepatuhan pengguna jalan menjadi kunci utama untuk mencegah terulangnya insiden serupa,” pungkasnya.

Dalam rilis PT KAI Daop 9 pada September 2025 disebutkan terdapat total 311 perlintasan sebidang yang tersebar di tujuh wilayah kabupaten/kota mulai Pasuruan hingga Banyuwangi.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 122 perlintasan masih belum terjaga dan dinilai rawan kecelakaan.

“Pentingnya kepedulian semua pihak terhadap keselamatan di perlintasan sebidang. Keselamatan adalah prioritas utama kami dan pihak KAI tidak bisa bekerja sendiri,” ujar Cahyo. (kin/dwi)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
perlintasan tanpa palang pintu perlintasan tanpa penjaga Kereta Api KAI Daop 9 Jember